Didukung Sektor Ini, PBSA Bidik Pendapatan Naik Jadi Rp1,380 Triliun pada 2025
STOCKWATCH.ID (AJAKRTA) - PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) emiten di bidang konstruksi, sipil, mekanikal, elektrikal dan infrastruktur menagetkan pendapatan Rp1,380 triliun pada 2025. Target ini n...
STOCKWATCH.ID (AJAKRTA) - PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) emiten di bidang konstruksi, sipil, mekanikal, elektrikal dan infrastruktur menagetkan pendapatan Rp1,380 triliun pada 2025. Target ini naik 19,6% dari realisasi pendapatan sebesar Rp1,154 triliun pada 2024.
Dalam keterangan resmi, Jumat (13/6/2025), manajemen PBSA mengemukakan, di tahun 2025, Perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp1,380 triliun dan laba bersih sebesar Rp202 miliar.
โTarget ini diharapkan dapat tercapai dengan terus melakukan peningkatan atas pendapatan konstruksi melalui fokus pada core business di sektor konstruksi industrial dan diversifikasi pendapatan di sektor konstruksi lain, seperti konstruksi commercial,โ tulis manajemen PBSA.
- Bursa Asia-Pasifik Bervariasi, Nikkei Pimpin Penguatan di Tengah Kenaikan Harga...
- Dividen Interim INPP Rp4,5 per Saham, Catat Jadwal Cum Dividen
- IHSG Anjlok 1,53% ke 6.267,88, Sebanyak 542 Saham Melemah
- Softbank Ventura Indonesia Tambah Saham NANO, Kepemilikan Tembus 10,01%
- Airlangga Hartarto: Kualitas dan Transparansi Emiten Kunci Utama Kepercayaan Inv...
- Dividen Interim INPP Rp4,5 per Saham, Catat Jadwal Cum Dividen
- IHSG Anjlok 1,53% ke 6.267,88, Sebanyak 542 Saham Melemah
- Softbank Ventura Indonesia Tambah Saham NANO, Kepemilikan Tembus 10,01%
- Bursa Asia-Pasifik Bervariasi, Nikkei Pimpin Penguatan di Tengah Kenaikan Harga...
- Airlangga Hartarto: Kualitas dan Transparansi Emiten Kunci Utama Kepercayaan Inv...
- Asuransi Bintang (ASBI) Ungkap Dugaan Penggelapan Dana dan Investasi
- Jelang Rilis Data Inflasi AS, Harga Emas Dunia Kembali Bergerak Menguat
- Saham BNBR Kena Notasi Khusus G dari BEI, Ini Tanggapan OJK
- Profil Destry Damayanti, Kandidat Tunggal Gubernur BI Pengganti Perry Warjiyo
- Harga Minyak Dunia Melonjak 5%, Imbas Ketidakpastian Negosiasi AS-Iran