Dikit Lagi All-Time High, S&P 500 Kok Malah Stuck! Ada Apa?
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan hari Rabu (25/6/2025) waktu setempat atau Kamis (26/6/2025) WIB). Investor masih menanti apakah indeks S&P 500 bisa kemb...
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan hari Rabu (25/6/2025) waktu setempat atau Kamis (26/6/2025) WIB). Investor masih menanti apakah indeks S&P 500 bisa kembali menembus rekor tertingginya.
Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York) turun 106,59 poin atau 0,25% ke level 42.982,43. Indeks S&P 500 (SPX) 500 nyaris tidak bergerak. S&P 500 hanya terkoreksi tipis sebesar 0,02 poin dan tetap berada di level 6.092,16. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, naik 61,02 poin atau 0,31% menjadi 19.973,55.
Saham teknologi jadi penyumbang penguatan. Saham Nvidia naik 4,3% setelah mencetak rekor tertinggi baru. Saham Alphabet, induk usaha Google, ikut naik 2,3%, sedangkan AMD melonjak 3,6%.
Meski belum menembus rekor, S&P 500 hanya kurang dari 1% dari posisi tertinggi intraday 6.147,43 yang dicetak pada 19 Februari lalu. Indeks ini juga hampir menyamai rekor penutupan tertingginya di 6.144,15. Nasdaq pun hanya sekitar 1% di bawah rekor tertingginya pada Desember lalu.
Sejak awal pekan ini, S&P 500 sudah naik lebih dari 2%. Penguatan ini dipicu oleh reaksi Iran yang tidak terlalu agresif atas serangan AS di akhir pekan. Selain itu, pengumuman gencatan senjata oleh Presiden Donald Trump turut meredakan kekhawatiran investor atas potensi gangguan pasokan minyak global.
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Sesi I Melemah 0,03% ke 6.234,293, AMMN Menguat, BBCA dan BMRI Tertekan
- BEI Soroti Volatilitas Saham NICK, Manajemen Beri Klarifikasi
- Nasabah Mandiri Sekuritas Tembus 1,48 Juta, Growin’ di Livin’ Jadi Motor Pertumb...
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- TBIG Bukukan Pendapatan Rp3,46 Triliun pada Semester I 2026, Tambah 2.023 Penyew...