STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Andreasi Utomo, Direktur Utama sekaligus pengendali PT Aman Agrindo Tbk (GULA) kembali menjual 20.000.000 lembar atau sekitar 1,87% saham perusahaan tebu tersebut. Adapun penjualan saham GULA tersebut dilakukan Andreas melalui Bursa Efek Indonesia pada 12 Januari 2026.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi yang disampaikan, Selasa 13 januari 20026, Andreas Utomo menjual saham GULA di kisaran harga Rp306-Rp312 per lembar sehingga berhasil meraih keuntungan sebesar Rp6,24 miliar. Tujuan transaksi adalah divestasi dengan status kepemilikan saham langsung.
Setelah transaksi ini, kepemilikan Andreas Utomo atas GULA turun menjadi 75.876.400 (7,09%) dari sebelumnya sebanyak 95.876.400 (8,96%) saham.
Secara fundamental, kinerja Perseroan cenderung merosot setidaknya pada sembilan bulan 2025. Hingga kuartal III 2025, GULA menderita rugi bersih sebesar Rp7,17 miliar. Padahal, di periode yang sama tahun 2024, Perseroan masih mencatat laba bersih Rp1.03 miliar Penjualan GULA merosot hingga 50,33% jadi Rp94,52 miliar pada kuartal III 2025, dari Rp190,31 miliar di periode sama 2024.
Hingga pukul 15.30 WIN perdagangan di BEI, Selasa 13 Januari 2026, saham GULA tercatat Rp384 per unit, naik 0,52% dibanding penutupan sehari sebelumnya. Selama sepekan, saham GULA meningkat sebesar 29,93%. Jika dibandingkan antara harga 12 Desember 2025 sebesar Rp274 terhadap penutupan kemarin di Rp382, saham emiten perkebunan tebu ini telah melonjak 39,41%. (konrad)
