STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Mitra Pack Tbk (PTMP) siap melepas 76,42% kepemilikan saham di PT Master Print Tbk (PTMR). Nilai transaksi penjualan saham ini terbilang jumbo, mencapai Rp 141,35 miliar.
Uang hasil divestasi saham ini tidak akan mengendap begitu saja. Manajemen telah menyusun rencana matang untuk memutar kembali dana segar tersebut.
Menurut Direktur Utama PTMP, Ardi Kusuma , porsi terbesar senilai Rp 102,18 miliar akan dibelanjakan untuk membeli seluruh aktiva dan kewajiban PTMR. Selanjutnya, sekitar Rp 37,43 miliar digunakan untuk transaksi pembelian aset tetap milik Ardi Kusuma.
Masih ada sisa dana sekitar Rp 1,74 miliar. Perusahaan akan menggunakannya sebagai tambahan modal kerja. Angka ini didapat setelah dipotong berbagai biaya perpajakan dan profesi penunjang. Suntikan modal kerja ini dinilai penting demi menjaga likuiditas operasional sehari-hari.
Aksi korporasi ini tinggal menunggu restu dari para pemegang saham. Perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan Rapat Independen pada 3 Maret 2026 mendatang. Eksekusi transaksi ditargetkan maksimal satu hari setelah rapat tersebut usai.
Aksi korporasi ini tentu membawa dampak pada postur keuangan perusahaan. Berdasarkan analisis proforma, pendapatan diproyeksikan turun sekitar 49,6%. Menariknya, laba bersih justru berpotensi melonjak drastis hingga 80,8%.
Manajemen memastikan rentetan transaksi afiliasi ini tergolong aman bagi masa depan perusahaan. Bisnis akan tetap berjalan normal seperti biasa.
“Transaksi divestasi PTMR, Transaksi Pembelian Aktiva dan Kewajiban, serta Transaksi Pembelian Aset Tetap tidak mempengaruhi kelangsungan usaha Perseroan,” ujar Ardi Kusuma dalam keterbukaan informasi, dikutip Jumat (20/2/2026).
Ardi juga sudah merancang peta jalan bisnis setelah divestasi dan pembelian aset ini rampung. Manajemen menargetkan adanya peningkatan efisiensi operasional.
“Perseroan akan memfokuskan langkah bisnis pada penguatan pengelolaan usaha dan optimalisasi aset yang diperoleh,” tutup Ardi.
