Dolar AS Kian Perkasa, Poundsterling dan Yen Terpuruk Menunggu Data Tenaga Kerja
STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (2/9/2025) waktu setempat atau Rabu pagi (3/9/2025) WIB. Poundsterling dan yen Jepang...
STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (2/9/2025) waktu setempat atau Rabu pagi (3/9/2025) WIB. Poundsterling dan yen Jepang justru tertekan tajam di tengah kekhawatiran fiskal dan politik. Pasar kini menanti laporan ketenagakerjaan AS yang akan dirilis Jumat.
Mengutip CNBC International, poundsterling jatuh ke level terendah tiga setengah minggu. Mata uang Inggris itu terakhir turun 1,1% ke US$1,3388. Dolar AS juga menguat 0,7% terhadap yen ke 148,25, posisi tertinggi sejak 1 Agustus. Euro ikut melemah 0,6% ke US$1,1644.
“Perkembangan negatif di luar AS kemungkinan menjadi pendorong utama kekuatan dolar hari ini,” kata Vassili Serebriakov, FX strategist UBS New York. Ia menilai data payrolls AS pada Jumat akan jadi penentu arah dolar dalam beberapa pekan mendatang.
Sterling semakin ditekan isu fiskal Inggris. Imbal hasil obligasi 30 tahun melonjak ke level tertinggi sejak 1998. Pasar juga menunggu detail rencana anggaran yang akan diumumkan akhir tahun ini.
“Pelemahan sterling mencerminkan meningkatnya kekhawatiran atas kondisi fiskal menjelang anggaran, dan ini semakin jadi fokus bagi pelaku pasar,” ujar Lee Hardman, senior currency analyst MUFG.
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- Kinerja Moncer, Laba Bersih CBDK Melonjak 225% Jadi Rp1,68 Triliun di Semester...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- TBIG Bukukan Pendapatan Rp3,46 Triliun pada Semester I 2026, Tambah 2.023 Penyew...