Dolar AS Melemah Tipis, Yen dan Euro Menguat Usai Data Harga Produsen AS Dirilis
STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) โ Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) melemah tipis pada akhir perdagangan Rabu (10/9/2025) waktu setempat atau Kamis pagi (11/9/2025) WIB. Pelemahan ini terjadi setelah...
STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) โ Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) melemah tipis pada akhir perdagangan Rabu (10/9/2025) waktu setempat atau Kamis pagi (11/9/2025) WIB. Pelemahan ini terjadi setelah data harga produsen AS menunjukkan penurunan tak terduga pada bulan Agustus.
Mengutip CNBC International, dolar tercatat di posisi 147,33 terhadap yen, sementara euro berada di US$1,1703. Sebelumnya, mata uang AS sempat menguat moderat terhadap kedua mata uang tersebut.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) untuk final demand turun 0,1% secara bulanan pada Agustus. Angka ini mengejutkan, karena sebelumnya diperkirakan naik 0,3% setelah revisi kenaikan 0,7% pada Juli. Secara tahunan, PPI naik 2,6%, lebih rendah dari perkiraan ekonom yang menargetkan kenaikan 3,3%.
โLaporan PPI Agustus menunjukkan gambaran harga barang โyang sedang dalam jalur distribusiโ jauh lebih ringan dibanding laporan Juli,โ ujar Carl Weinberg, Kepala Ekonom High Frequency Economics. โHarga barang inti memang naik, tapi jauh lebih rendah dari perkiraan. Seluruh laporan menunjukkan laju kenaikan harga di pabrik lebih lambat pada Agustus dibanding Juli.โ
Data ini langsung memengaruhi ekspektasi pasar terkait kebijakan The Federal Reserve. Kontrak fed funds menunjukkan peluang 90% untuk pemangkasan suku bunga standar sebesar 25 basis poin pada pertemuan bulan ini. Sementara itu, peluang pemangkasan 50 basis poin turun menjadi 10%, menurut CMEโs FedWatch. Sebelumnya, peluangnya tercatat 93% untuk 25 basis poin dan 7% untuk 50 basis poin.
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- Kinerja Moncer, Laba Bersih CBDK Melonjak 225% Jadi Rp1,68 Triliun di Semester...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya