STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) membidik penjualan bersih tumbuh 5% pada tahun 2026. Proyeksi penjualan ini didukung oleh sinyal pertumbuhan ekonomi nasional serta peluang bisnis Perseroan yang cukup baik.
Manajemen VISI dalam materi paparan publik insidentil yang disampaikan ke BEI, Senin, 26 Januari 2026 menjelaskan, pihaknya akan terus menjaga efektivitas dan efisiensi operasional demi mempertahankan keberlangsungan usaha Perseroan.
Sementara hingga kuartal III 2025, VISI mencatat penjualan bersih sebesar Ro250 miliar, turun 22% dari Rp320 miliar pada kuartal III 2024. Seiring penjualan, beban pokok penjualan turun 24% jadi Rp219 miliar dari Rp288 miliar kuartal III 2024.
Meski demikian, laba kotor Perseroan turun 3% menjadi Rp31 miliar pada kuartal III 2025 dibanding Rp31,8 miliar pada kuartal III 2024. Setelah dikurangi beban usaha dan beban lain-lain, emiten beraset Rp303 miliar per September 2025 itu berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp2,4 miliar pada kuartal III 2025, naik 4% jika dibandingkan Rp2,3 miliar pada kuartal III 2024.
Per September 2025, total liabilitas VISI per September 2024 sebesar Rp117 miliar, naik 11% dari Rp106 miliar per Desember 2024. Sedangkan jumlah ekuitas VISI turun 0,3% menjadi Rp185 miliar per September 2025 dari Rp186 miliar.
Perlu diketahui, berdasarkan pengumuman Bursa Efek Indonesia dalam surat edaran nomor Peng-SPT-00050/BEI.WAS/01-2026 pada tanggal 20 Januari 2026 perihal Penghentian sementara Perdagangan Saham PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor. Suspensi perdagangan saham VISI dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai. Oleh sebab itu, BEI meminta Perseroan untuk melaksanakan Publik Expose Insidentil tersebut.
PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) atau Savitra merupakan Perusahaan penyedia materi iklan dan percetakan yang ditujukan untuk promosi media digital print. Digital printing menawarkan solusi terjangkau untuk pembuatan kartu nama, surat, spanduk, dan lain-lain Perusahaan memiliki 11 gudang di Surabaya, 1 gudang di Bekasi, 5 gudang sewaan, dan 13 truk untuk menunjang operasionalnya. (konrad)
