Duel Intelijen Israel-AS di Selat Hormuz Gagal Redam Kekhawatiran, Tiga Indeks Utama Wall Street Rontok
STOCKWATCH.ID (NEW YORK) โ Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis sore (19/3/2026) waktu setempat atau Jumat pagi (20/3/2026) WIB. Penurunan ini meru...
STOCKWATCH.ID (NEW YORK) โ Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis sore (19/3/2026) waktu setempat atau Jumat pagi (20/3/2026) WIB. Penurunan ini merupakan hari kedua berturut-turut bagi tiga indeks utama. Investor tetap waspada memantau perkembangan perang Iran yang memicu gejolak pasar energi.
Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York turun 203,72 poin atau 0,44% ke level 46.021,43. Indeks S&P 500 (SPX) juga melemah 0,27% dan berakhir di posisi 6.606,49. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, turun 0,28% menjadi 22.090,69.
Ketiga indeks sempat anjlok lebih dalam pada awal sesi perdagangan. Dow Jones sempat merosot hampir 500 poin atau sekitar 1,1% sebelum akhirnya pulih sebagian. Kondisi serupa terjadi pada S&P 500 dan Nasdaq yang sempat jatuh masing-masing 1% dan 1,4%.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup turun tipis 0,2% ke level USD 96,14 per barel. Minyak mentah Brent naik sekitar 1,2% menjadi USD 108,65 per barel. Ini merupakan level penutupan tertinggi bagi Brent sejak Juli 2022.
Tekanan pasar sedikit mereda setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan keterangan pers. Netanyahu menyebut Israel sedang membantu Amerika Serikat (AS) melalui intelijen untuk membuka Selat Hormuz. Ia juga mengeklaim Iran telah kehilangan kemampuan memperkaya uranium dan memproduksi rudal balistik.
- OJK Ungkap Transaksi Aset Kripto Juni 2026 Naik 24,20% Jadi Rp28,58 Triliun, Aku...
- OJK Ungkap Kredit Perbankan Capai Rp9.081 Triliun, Pengawasan Judi Online Makin...
- OJK Ungkap Kinerja Pasar Modal Juli 2026, IHSG Menguat 10,51%, Jumlah Investor T...
- Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Solid, Inflasi Jadi Sorotan
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- Wall Street Melaju Kencang, Dow Jones Cetak Rekor Usai Trump Batal Serang Iran
- Diplomasi Trump ke Iran Bikin Harga Minyak Anjlok 4,5%, Bursa Saham Eropa Parkir...
- Bursa Saham Asia Pasifik Bervariasi, Indeks Kospi Anjlok 5% Usai Cetak Rekor
- OJK Ungkap Transaksi Aset Kripto Juni 2026 Naik 24,20% Jadi Rp28,58 Triliun, Aku...
- OJK Ungkap Kredit Perbankan Capai Rp9.081 Triliun, Pengawasan Judi Online Makin...
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- Kabar Duka, Komisaris Independen BRMS Kanaka Puradiredja Meninggal Dunia
- Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Triwulan II 2026 Diprakirakan Tetap Tumbuh Kuat, Ini...
- Diplomasi Trump ke Iran Bikin Harga Minyak Anjlok 4,5%, Bursa Saham Eropa Parkir...
- IHSG Berpeluang Koreksi Jangka Pendek, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari...