STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam pada penutupan perdagangan Rabu (4/12/2024) waktu setempat atau Kamis pagi (5/12/2024) WIB. Padahal sebelumnya, harga komoditas ini sempat naik berkat penarikan stok minyak mentah AS yang lebih besar dari perkiraan. Investor kini menunggu keputusan penting dari OPEC+ terkait pasokan minyak global.
Mengutip CNBC International, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari 2025 anjlok 1,76% atau US$1,23, menjadi US$68,71 per barel, di New York Mercantile Exchange.
Adapun harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari 2025 turun 1,6% atau US$1,18, ditutup pada harga US$72,44 per barel, di London ICE Futures Exchange.
Penurunan ini terjadi meski sebelumnya, pada hari Selasa, harga minyak Brent sempat melonjak 2,5%, mencatatkan kenaikan terbesar dalam dua minggu terakhir. Namun, optimisme itu memudar menjelang pertemuan OPEC+ yang dijadwalkan pada Kamis (7/12), di mana keputusan soal pemotongan produksi minyak akan diambil.
OPEC+ diperkirakan akan memperpanjang pemotongan produksi hingga akhir kuartal pertama 2025. Keputusan ini sangat dinantikan karena dianggap dapat menstabilkan pasar yang dipengaruhi fluktuasi permintaan. “Pernyataan dari OPEC+ kali ini akan sangat memengaruhi arah pasar minyak,” ujar Matt Smith, analis dari Kpler.
Meskipun produksi minyak diperkirakan tetap dikurangi, perhatian investor kini tertuju pada rencana fase pelepasan pembatasan pasokan hingga tahun depan. Rencana ini bisa menjadi penentu apakah harga minyak akan kembali menguat.
Di sisi lain, data dari Energy Information Administration (EIA) menunjukkan stok minyak mentah AS turun lebih banyak dari yang diperkirakan pekan lalu. Peningkatan aktivitas penyulingan yang mencapai level tertinggi sejak musim panas menjadi faktor utama di balik penurunan tersebut. Namun, stok bensin dan distilat justru meningkat, mengimbangi pengurangan stok minyak mentah.
Faktor geopolitik juga memberi tekanan pada pasar minyak. Ketegangan di Timur Tengah, terutama antara Israel dan Hezbollah, tetap memengaruhi pasar global. Selain itu, krisis politik di Korea Selatan juga memberikan dampak pada pasar Asia.
Kini, seluruh perhatian investor tertuju pada keputusan OPEC+ yang akan diumumkan dalam pertemuan Kamis ini. Apakah pemotongan produksi yang lebih lanjut akan cukup untuk mengangkat harga minyak kembali? Semua mata tertuju pada OPEC+!
