STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Transformasi pola kerja menuju sistem work from home (WFH) menuntut solusi komunikasi yang tidak hanya fleksibel, tetapi juga terintegrasi—sebuah kebutuhan yang kini semakin relevan bagi dunia usaha di tengah rencana implementasi kebijakan WFH secara nasional oleh pemerintah.
Direksi Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) dalam keterangan, Kamis 26 Maret 2026 mengatakan, dengan sistem kerja yang semakin dinamis, perusahaan dituntut untuk tetap menjaga konektivitas, produktivitas, dan kualitas layanan kepada pelanggan tanpa terhambat oleh perbedaan lokasi kerja.
JAST sendiri akan tetap mengandalkan platform komunikasi terintegrasi dalam mendukung fleksibilitas operasional bisnis di berbagai kondisi kerja. Platform ini mencakup berbagai kapabilitas komunikasi modern dalam satu ekosistem.
Mulai dari layanan telepon berbasis cloud seperti BizPhone, integrasi omnichannel communication, layanan WhatsApp Call, dukungan teknologi berbasis AI, hingga infrastruktur VoIP, yang memungkinkan perusahaan mengelola komunikasi secara lebih responsif, efisien, dan terpusat.
Melalui platform ini, jelas Direksi JAST, perusahaan dapat tetap menjalankan aktivitas komunikasi secara optimal dengan memanfaatkan nomor kantor yang dapat diakses melalui berbagai perangkat, baik mobile maupun desktop. Sistem extension yang terintegrasi memungkinkan komunikasi internal tetap berlangsung secara seamless, layaknya bekerja di lingkungan kantor.
Menurut Direksi JAST, perubahan pola kerja menuju sistem yang lebih fleksibel membutuhkan dukungan infrastruktur komunikasi yang adaptif dan andal. Dengan pendekatan platform terintegrasi, perusahaan dapat memastikan seluruh kanal komunikasi tetap berjalan optimal tanpa batasan lokasi.
Selain meningkatkan fleksibilitas, implementasi solusi berbasis cloud juga memberikan efisiensi dalam biaya operasional serta kemudahan dalam pengelolaan sistem komunikasi secara terpusat.
“JAST memandang bahwa pemanfaatan teknologi komunikasi digital akan menjadi elemen kunci dalam membangun model operasional bisnis yang lebih tangguh, adaptif, dan berkelanjutan di masa mendatang,” kata Direksi Perseroan. (konrad)
