STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham PT Hillcon Tbk (HILL) ke dalam radar pantauan. Langkah ini diambil menyusul adanya penurunan harga saham yang di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).
Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, menyampaikan pengumuman tersebut dalam keterbukaan informasi yang dikutip Rabu (18/2/2026). Bursa saat ini tengah mencermati perkembangan pola transaksi saham emiten jasa pertambangan ini.
Penetapan status UMA bertujuan memberikan perlindungan bagi para investor di pasar modal. Meski demikian, bursa menegaskan status ini bukan merupakan vonis kesalahan bagi perusahaan tersebut.
“Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal,” ujar Yulianto Aji Sadono.
Informasi terakhir mengenai HILL tercatat pada tanggal 12 Februari 2026. Laporan tersebut dipublikasikan melalui situs resmi BEI. Isinya mengenai laporan kepemilikan atau setiap perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka.
Sehubungan dengan status UMA ini, BEI meminta para investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan atas permintaan konfirmasi bursa. Investor juga diharapkan mencermati kinerja dan keterbukaan informasi emiten tersebut.
Selain itu, para pemodal perlu mengkaji kembali rencana aksi korporasi perusahaan jika belum mendapat persetujuan RUPS. Investor harus mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul sebelum mengambil keputusan investasi.
Harga Saham
Berdasarkan data perdagangan pada Jumat (13/2/2026), saham HILL ditutup merosot tajam. Harga saham terpangkas Rp13 atau turun 13,98% ke posisi Rp80 per lembar.
Pergerakan saham HILL dibuka pada level Rp83 per lembar. Harga sempat menyentuh posisi tertinggi di level Rp84 per lembar. Namun, tekanan jual membawa HILL jatuh ke titik terendah di level Rp80 per lembar.
Posisi Rp80 per lembar ini menjadi rekor harga terendah baru bagi HILL dalam setahun terakhir. Sebagai perbandingan, harga tertinggi HILL dalam 52 minggu terakhir pernah mencapai Rp438 per lembar.
Kapitalisasi pasar PT Hillcon Tbk kini berada di angka Rp1,18 triliun. Penurunan harga yang sangat signifikan inilah yang memicu otoritas bursa mengeluarkan pengumuman UMA bagi saham HILL.
