Minggu, Januari 11, 2026
26.8 C
Jakarta

Efek Pernyataan Trump, Bursa Asia-Pasifik Kompak Melemah

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas melemah pada penutupan perdagangan Kamis (8/1/2026) waktu setempat. Sentimen negatif ini dipicu oleh penurunan Wall Street serta pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Ketegangan geopolitik yang meningkat turut menekan kepercayaan diri para investor di kawasan ini.

Mengutip CNBC International, saham-saham pertahanan menjadi sorotan utama. Trump mengeluarkan pernyataan keras terkait kebijakan keuangan perusahaan di sektor tersebut. Ia melarang mereka melakukan aksi korporasi tertentu sebelum menyelesaikan masalah internal.

Trump berujar ia “tidak akan mengizinkan” perusahaan pertahanan untuk membagikan dividen atau pembelian kembali saham sampai mereka mengatasi keluhannya tentang industri tersebut, termasuk paket gaji eksekutif dan masalah produksi.

Selain isu pertahanan, harga minyak dunia turut merosot. Hal ini terjadi setelah Trump menyebut otoritas sementara Venezuela akan menyerahkan 50 juta barel minyak mentah ke AS. Kabar ini memicu kekhawatiran pasar akan lonjakan pasokan minyak global.

Minyak mentah Brent terpantau turun 0,51% ke level USD 60,39 per barel. Namun, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) justru naik tipis 0,61% ke posisi USD 56,33 per barel.

Indeks Nikkei 225 Jepang anjlok 1,63% dan berakhir di level 51.117,26. Sektor teknologi dan material dasar menjadi pemberat indeks. Saham SoftBank terjun bebas 7,59%. Tokyo Electron yang merupakan pemasok utama Nvidia juga merosot 4,01%.

Kondisi serupa terjadi di Hong Kong. Indeks Hang Seng melemah 1,17% ke posisi 26.149,31. Penurunan ini dipimpin oleh sektor teknologi. Saham Lenovo Group turun 3,44% dan Baidu terkoreksi 2,76%.

Meski pasar sedang lesu, saham Knowledge Atlas Technology JSC atau Zhipu tampil gemilang. Zhipu melonjak hingga 15% pada debut perdana di bursa Hong Kong. Perusahaan kecerdasan buatan (AI) asal China ini sukses meraup USD 558 juta dari penawaran umum perdana saham (IPO).

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 berhasil naik 0,29% ke level 8.720,8. Namun, saham BlueScope Steel justru turun 1,57%. Perusahaan menolak tawaran akuisisi senilai USD 9 miliar dari Steel Dynamics asal AS dan SGH.

Bursa saham lainnya di kawasan Asia juga mencatat pelemahan. Indeks Kosdaq Korea Selatan turun 0,35%. Di India, indeks Nifty 50 merosot 1,01% dan BSE Sensex melemah 0,63%. Indeks Shanghai Composite China ditutup turun tipis 0,07% ke level 4.082,97.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Trump Instruksikan Pembelian Obligasi KPR USD 200 Miliar, Incar Bunga Murah

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump,...

Investor Lepas Saham Teknologi, Dow Jones Terkerek 270 Poin ke Level 49.266

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Trump Usul Anggaran Militer USD 1,5 Triliun, Saham Pertahanan Eropa Berpesta

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa berakhir di zona...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru