STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Perekonomian Indonesia sepanjang tahun 2025 mencatat pertumbuhan sebesar 5,11%. Angka ini meningkat dibandingkan capaian tahun 2024 sebesar 5,03%.
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) di Jakarta, Kamis (5/2/2026), Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp23.821,1 triliun. Adapun PDB per kapita masyarakat Indonesia menyentuh angka Rp83,7 juta atau setara USD 5.083,4.
Dari sisi produksi, lapangan usaha Jasa Lainnya memimpin kenaikan tertinggi. Sektor ini tumbuh signifikan sebesar 9,93%. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi diraih komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 7,03%.
Kinerja positif ini didukung pertumbuhan hampir di seluruh lapangan usaha. Sektor Jasa Perusahaan menempati urutan kedua dengan pertumbuhan 9,10%. Selanjutnya, sektor Transportasi dan Pergudangan tumbuh kuat sebesar 8,78%.
Sektor Industri Pengolahan serta Perdagangan Besar dan Eceran tetap memegang peran dominan. Keduanya masing-masing mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,30% dan 5,49%.
Hanya sektor Pertambangan dan Penggalian yang mengalami penurunan kinerja. Sektor tersebut terkontraksi sebesar 0,66%.
Struktur ekonomi Indonesia tahun 2025 tidak banyak berubah. Lima lapangan usaha utama masih mendominasi dengan total peran mencapai 63,92%.
Industri Pengolahan menjadi kontributor terbesar dengan porsi 19,07%. Posisi selanjutnya diikuti sektor Perdagangan (13,17%), Pertanian (13,10%), Konstruksi (9,83%), serta Pertambangan (8,75%).
“Pertumbuhan terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha, kecuali Pertambangan dan Penggalian,” tulis rilis BPS tersebut.
