STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Dua petinggi PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) kompak memborong saham perusahaan pada pertengahan Januari 2026. Aksi akumulasi ini dilakukan melalui pelaksanaan program kepemilikan saham bagi manajemen dan karyawan atau Management and Employee Stock Option Plan (MESOP).
Berdasarkan data keterbukaan informasi yang disampaikan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Senin (19/1/2026), dua anggota Dewan Komisaris TOWR tercatat mengeksekusi hak opsi mereka. Kedua komisaris tersebut adalah Ario Wibisono dan Kenny Harjo.
Ario Wibisono melaporkan membeli sebanyak 8,54 juta lembar saham TOWR. Transaksi dilakukan di harga pelaksanaan Rp444 per lembar. Dengan demikian, Ario merogoh kocek sekitar Rp3,79 miliar untuk menebus saham tersebut.
Transaksi ini dilaksanakan pada 14 Januari 2026. Usai aksi korporasi ini, kepemilikan saham Ario di TOWR meningkat. Jumlahnya bertambah dari sebelumnya 241,65 juta lembar menjadi 250,19 juta lembar. Secara persentase, kepemilikannya naik dari 0,4089% menjadi 0,4234%.
Langkah serupa dilakukan oleh Kenny Harjo. Ia juga menyerok 8,54 juta lembar saham perseroan dengan harga tebus yang sama, yakni Rp444 per lembar. Total dana yang dikeluarkan Kenny juga mencapai Rp3,79 miliar.
Sebelum transaksi ini, Kenny tercatat belum memiliki saham TOWR alias nol lembar. Kini, ia resmi menggenggam 0,0145% saham emiten menara telekomunikasi tersebut. Status kepemilikan saham keduanya tercatat sebagai kepemilikan langsung.
Dalam laporannya, kedua komisaris ini menegaskan alasan di balik transaksi tersebut. Aksi ini murni merupakan realisasi dari program opsi saham yang diberikan perusahaan.
“Tujuan transaksi untuk Pelaksanaan MESOP,” tulis Ario Wibisono dan Kenny Harjo dalam surat laporannya masing-masing dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa (20/1/2026).
