Ekspor China Meroket Tak Mampu Angkat Semua Pasar, Bursa Asia Ditutup Galau
STOCKWATCH.ID (TOKYO) โ Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik bergerak tanpa arah yang pasti pada perdagangan Senin (8/12/2025) waktu setempat. Para investor sibuk mencerna data perdagangan terbaru dari...
STOCKWATCH.ID (TOKYO) โ Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik bergerak tanpa arah yang pasti pada perdagangan Senin (8/12/2025) waktu setempat. Para investor sibuk mencerna data perdagangan terbaru dari China yang baru saja dirilis. Hasilnya, indeks-indeks utama di kawasan ini ditutup dengan pergerakan yang bervariasi atau campuran.
Mengutip CNBC International, data terbaru menunjukkan pengiriman barang ke luar negeri dari China melonjak tajam. Ekspor Negeri Tirai Bambu tercatat naik 5,9% pada bulan November dalam nilai dolar AS dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini jauh melampaui prediksi para ekonom dalam jajak pendapat Reuters yang hanya memperkirakan pertumbuhan sebesar 3,8%.
Laporan tersebut menyoroti pemulihan signifikan dari kinerja bulan sebelumnya.
"Pertumbuhan itu menandai pemulihan dari penurunan tak terduga sebesar 1,1% pada bulan Oktober, kontraksi pertama sejak Maret 2024," bunyi laporan data perdagangan tersebut.
Meski sentimen data ekspor cukup positif, Indeks Hang Seng Hong Kong justru tergelincir 1,12%. Sebaliknya, indeks CSI 300 di China daratan berhasil memanfaatkan momentum ini dengan kenaikan 0,81% dan ditutup pada level 4.621,75.
- OJK Ungkap Transaksi Aset Kripto Juni 2026 Naik 24,20% Jadi Rp28,58 Triliun, Aku...
- OJK Ungkap Kredit Perbankan Capai Rp9.081 Triliun, Pengawasan Judi Online Makin...
- OJK Ungkap Kinerja Pasar Modal Juli 2026, IHSG Menguat 10,51%, Jumlah Investor T...
- Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Solid, Inflasi Jadi Sorotan
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- Wall Street Melaju Kencang, Dow Jones Cetak Rekor Usai Trump Batal Serang Iran
- Diplomasi Trump ke Iran Bikin Harga Minyak Anjlok 4,5%, Bursa Saham Eropa Parkir...
- Bursa Saham Asia Pasifik Bervariasi, Indeks Kospi Anjlok 5% Usai Cetak Rekor
- OJK Ungkap Transaksi Aset Kripto Juni 2026 Naik 24,20% Jadi Rp28,58 Triliun, Aku...
- OJK Ungkap Kredit Perbankan Capai Rp9.081 Triliun, Pengawasan Judi Online Makin...