STOCKWATCH.ID, JAKARTA – PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) atau SSPACE resmi mendivestasi kepemilikan sahamnya pada PT Konsultan Strategi Penjualan (KSP). Emiten periklanan ini menjual 5.350 lembar saham atau setara 99% modal ditempatkan dan disetor KSP.
Pihak pembeli dalam transaksi ini adalah PT Wisdom Crowd Indonesia (WCI). Total nilai transaksi pelepasan saham tersebut mencapai Rp23,3 miliar.
Manajemen DOOH menjelaskan, transaksi dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama melalui Akta Nomor 08 tanggal 11 Maret 2026 sebanyak 2.702 lembar saham senilai Rp11,8 miliar. Tahap kedua tertuang dalam Akta Nomor 10 tanggal 12 Maret 2026 sebanyak 2.648 lembar saham senilai Rp11,5 miliar.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi penataan struktur usaha. Perseroan ingin mengoptimalkan portofolio investasi pada lini bisnis dengan margin laba lebih tinggi.
Pelepasan KSP masuk dalam kategori Transaksi Material. Rasio laba bersih KSP terhadap laba bersih DOOH mencapai 49,07%. Sementara itu, rasio pendapatan usaha KSP terhadap pendapatan Perseroan sebesar 38,11%.
Meski bersifat material, transaksi ini tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Nilai transaksi hanya 10,31% dari total ekuitas Perseroan per 30 September 2025 yang tercatat sebesar Rp226,1 miliar. Batas kewajiban RUPS sesuai aturan OJK adalah di atas 50% ekuitas.
DOOH berencana mengalokasikan dana hasil divestasi untuk mendorong pertumbuhan segmen bisnis e-commerce. Perseroan menargetkan kontribusi pendapatan dari sektor e-commerce mencapai 11% dari total pendapatan secara keseluruhan.
Manajemen menilai operasional KSP selama ini memiliki marjin laba bersih relatif rendah. Melalui divestasi ini, DOOH dapat lebih fokus pada aktivitas periklanan dan konsultasi manajemen yang lebih menguntungkan.
Berdasarkan laporan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Herman Meirizki dan Rekan (HMR), nilai pasar 99% saham KSP per 30 September 2025 adalah Rp23,03 miliar. Dengan harga jual Rp23,3 miliar, penilai independen menyimpulkan transaksi ini wajar.
Direktur Utama DOOH, Vicktor Aritonang, menyebut perusahaan akan tetap memanfaatkan manajemen kunci KSP untuk memperlancar kegiatan bisnis periklanan setelah transaksi. Perseroan juga memastikan telah memiliki calon pelanggan yang akan beriklan secara langsung.
“Transaksi pelepasan KSP merupakan langkah restrukturisasi struktur kepemilikan dalam Perseroan dengan tujuan peningkatan efisiensi,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, dikutip Rabu (18/3/2026).
Sebagai informasi, susunan pengurus SESS saat ini terdiri atas Vicktor Aritonang sebagai Direktur Utama. Jabatan Direktur diisi oleh Devi Nisa Suhartono dan Diana Airin. Di jajaran pengawas, Geger Nuryaman Maulana menjabat Komisaris Utama serta Leonardus Chrisbiantoro sebagai Komisaris Independen.
