Fasilitas Air Kuwait Diserang Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak 4,5%
STOCKWATCH.ID (HOUSTON) โ Harga minyak dunia melonjak sekitar 4,5% pada akhir perdagangan Jumat (17/7/2026) waktu setempat atau Sabtu pagi (18/7/2026) WIB. Kenaikan tajam ini dipicu eskalasi pertempur...
STOCKWATCH.ID (HOUSTON) โ Harga minyak dunia melonjak sekitar 4,5% pada akhir perdagangan Jumat (17/7/2026) waktu setempat atau Sabtu pagi (18/7/2026) WIB. Kenaikan tajam ini dipicu eskalasi pertempuran di Teluk Persia setelah Kuwait melaporkan serangan Iran terhadap fasilitas vital negara tersebut.
Mengutip CNBC, harga minyak mentah Brent naik 3,87 USD atau 4,6% menjadi 88,10 USD per barel, di London ICE Futures Exchange.
Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak 3,55 USD atau 4,5%. Minyak WTI berakhir pada posisi 82,49 USD per barel, di New York Mercantile Exchange.
Kementerian Listrik, Air, dan Energi Terbarukan Kuwait menyatakan serangan tersebut merusak fasilitas pembangkit listrik dan desalinasi air. Insiden ini memicu kebakaran besar yang berdampak pada sejumlah unit penghasil listrik.ย Kuwait sangat bergantung pada pabrik desalinasi untuk kebutuhan air minum warganya.
Ketegangan meningkat setelah gencatan senjata bulan lalu runtuh.ย Kondisi ini mengganggu aliran energi melalui Selat Hormuz.ย Jalur strategis tersebut biasanya menangani sekitar 20% lalu lintas minyak dunia.
- Saham Teknologi Pimpin Kenaikan Bursa Asia, Indeks Kospi dan Nikkei Menghijau
- Prabowo Targetkan Bangun 100 GW PLTS, Hemat Biaya Listrik Rp73,9 Triliun per Tah...
- Tingkatkan Kualitas SDM, BNI Perkuat Tata Kelola Lewat LSP dan Sertifikasi ISO
- Direktur WINS Sugiman Layanto Borong 5,99 Juta Saham, Ini Tujuannya
- Sinergi dengan Danantara, Telkom Bidik Pertumbuhan Bisnis Enterprise hingga 30%
- Prabowo Sebut Bank Emas Indonesia Kelola Emas Senilai Rp360 Triliun
- Stock Futures Wall Street Bergerak Tipis, S&P 500 Cetak Rekor di Atas 7.800
- Harga Emas Dunia Terkoreksi Setelah Sempat Melambung Tinggi
- Saham Teknologi Pimpin Kenaikan Bursa Asia, Indeks Kospi dan Nikkei Menghijau
- Prabowo Targetkan Bangun 100 GW PLTS, Hemat Biaya Listrik Rp73,9 Triliun per Tah...