STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) menghentikan kegiatan operasional tiga anak usahanya sejak 31 Desember 2025. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat fokus Perseroan pada bisnis inti di bidang perkebunan kelapa sawit.
Ketiga entitas anak tersebut adalah PT Austindo Nusantara Jaya Bogor, PT ANJ Agri Papua (ANJAP), dan PT Gading Mas Indonesia Teguh. Manajemen ANJ menjelaskan keputusan ini merupakan hasil evaluasi mendalam terhadap kinerja operasional dan keuangan perusahaan.
Hilman Lukito, Direktur/Sekretaris Perusahaan ANJT, menyebut ketiga perusahaan itu tidak menunjukkan perbaikan kinerja yang memadai dalam jangka panjang. Karena itu, operasional ketiganya dinilai tidak lagi sejalan dengan strategi bisnis perusahaan.
“Keputusan penghentian kegiatan operasional ketiga anak usaha tersebut merupakan bagian dari penyesuaian strategi jangka panjang Perseroan, dengan fokus pada pengembangan usaha sesuai dengan kompetensi inti Perseroan di bidang perkebunan kelapa sawit serta optimalisasi entitas anak yang memberikan kontribusi positif,” ujar Hilman dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Sabtu (24/1/2026).
Penutupan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan profitabilitas ANJT secara keseluruhan di masa mendatang. Kontribusi pendapatan dari ketiga anak usaha tersebut selama tiga tahun terakhir tergolong kecil, yakni berada di bawah 3%.
Meski operasional PT ANJ Agri Papua di Sorong Selatan dihentikan, ANJT memastikan aset tanaman menghasilkan di wilayah tersebut tetap aman. Perseroan memiliki saldo bersih tanaman menghasilkan di Sorong Selatan senilai 115,2 juta USD.
Manajemen menegaskan penghentian operasional ANJAP tidak akan mengganggu operasional tiga anak usaha lainnya di area yang sama. Ketiga entitas itu adalah PT Putera Manunggal Perkasa, PT Permata Putera Mandiri, dan PT Lestari Sagu Papua.
“Penghentian kegiatan operasional PT ANJ Agri Papua tidak berdampak terhadap nilai tanaman menghasilkan Perseroan di Sorong Selatan, mengingat kegiatan usaha yang dihentikan tidak terkait langsung dengan pengelolaan tanaman menghasilkan lainnya yang masih berada dalam kelompok usaha Perseroan,” tulis manajemen ANJ.
Hingga saat ini, sumber daya dan aset pada ketiga anak usaha yang ditutup tersebut masih dipertahankan. Manajemen masih menunggu keputusan lebih lanjut terkait rencana pengalihan atau pemanfaatan aset-aset tersebut.
Perseroan juga berkomitmen untuk tetap memenuhi seluruh kewajiban kontraktual yang berlaku terhadap pihak ketiga. Langkah ini dilakukan guna menjaga reputasi dan hubungan baik dengan para pemangku kepentingan, termasuk investor dan karyawan.
