Friderica Widyasari Dewi, Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Nasional Terjaga di Tengah Geopolitik Global

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memastikan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga meski perekonomian global menghadapi peningkatan ketidakpastian akibat geopolitik global. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Maret 2026 di Senin (06/4/2026).

Menurut Friderica, kinerja perekonomian global ke depan dihadapkan pada ketidakpastian yang meningkat seiring dengan eskalasi tensi geopolitik di kawasan teluk. Ini telah meningkatkan risiko terhadap stabilitas global.

Kondisi ini mendorong kelonjakan harga energi dan meningkatnya volatilitas pasar keuangan global. Meski begitu, Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan yang dilaksanakan pada 01 April 2026, menilai bahwa stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga.

Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dalam interim economic outlook pada Maret 2026, bahkan memproyeksikan prospek perekonomian global berada pada jalur penguatan sebelum terjadinya perang. Namun kini mengalami koreksi akibat eskalasi konflik di kawasan timur tengah.

Tingginya ketidakpastian global dan tekanan harga energi juga mempersempit ruang kebijakan moneter bagi bank sentral global sekaligus kembali memunculkan ekspektasi high for longer.

Sementara itu, perekonomian Amerika Serikat, telah menunjukkan kecenderungan tertekan di tengah inflasi yang persisten dan peningkatan tingkat pengangguran. The Fed mempertahankan suku bunga kebijakan dengan sinyal hanya satu kali pemakasan suku bunga sepanjang tahun 2026. Pasca eskalasi konflik Iran, ekspektasi pasar bergeser ke skenario tidak adanya pemangkasan suku bunga di tahun 2026.

Adapun perekonomian Tiongkok mencatat kinerja di atas ekspektasi. Ini didorong perbaikan sisi permintaan dan penawaran, serta dukungan stimulus pada sektor keuangan. Meski begitu, Tiongkok tetap menurunkan target pertumbuhan sebagai respon terhadap tantangan struktural dan ketidakpastian eksternal yang masih terus berlanjut.

Dari dalam negeri, inflasi inti Maret 2026 mengalami penurunan. Aktivitas konsumsi tetap kuat di awal tahun yang tercermin dari pertumbuhan penjualan retail yang diperkirakan mencapai 6,89% year-on-year serta kinerja penjualan kendaraan bermotor yang solid.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Dorong Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, BP BUMN Perkuat Peran BUMN

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — BP BUMN terus memperkuat perannya agar...

Genjot Investasi Waste-to-Energy, Danantara Indonesia Bentuk Holding Pengelolaan Sampah PT Denera

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Danantara Indonesia resmi membentuk PT Daya...

Resmikan Pabrik Kendaraan Listrik VKTR, Prabowo: Ini Tonggak Industrialisasi Nasional

STOCKWATCH.ID (MAGELANG) - Presiden Prabowo Subianto meresmikan fasilitas perakitan...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru