Gencatan Senjata AS-Iran Terancam, Bursa Saham Eropa Berakhir di Zona Merah

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis (9/4/2026) waktu setempat. Penurunan ini terjadi seiring munculnya tanda-tanda keretakan pada kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir turun 0,4%. Sebagian besar bursa regional dan sektor utama lainnya tergelincir ke zona merah. Indeks DAX Jerman merosot paling tajam sebesar 1,14% ke posisi 23.806,99.

Indeks CAC 40 Perancis melemah 0,22% ke level 8.245,80. FTSE 100 Inggris juga turun tipis 0,05% ke level 10.603,48. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol terkoreksi 0,15% ke posisi 18.104,90. Namun, FTSE MIB Italia berhasil naik 0,50% ke level 47.327,99.

Sektor perjalanan dan rekreasi menjadi kelompok yang paling terpukul. Saham perusahaan Jerman, Lufthansa, anjlok 3,2%. Maskapai Tui juga kehilangan keuntungan sesi sebelumnya dengan penurunan 1,5%.

Ketegangan kembali meningkat setelah Ketua Parlemen Iran, Mohammed Bagher Ghalibaf, melontarkan tuduhan kepada AS. Ia menyebut AS telah melanggar gencatan senjata kurang dari 24 jam setelah disepakati. Ghalibaf menyoroti serangan Israel yang terus berlanjut ke Lebanon.

Ia juga mempermasalahkan masuknya pesawat tak berawak ke wilayah udara Iran. Iran memprotes penolakan hak Republik Islam tersebut untuk memperkaya uranium. Hal ini membuat investor kembali khawatir akan stabilitas di Timur Tengah.

Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan keras mengenai kepatuhan Iran terhadap perjanjian. Ia menegaskan kehadiran militer AS di wilayah tersebut tidak akan berkurang. Trump juga mengancam akan mengambil tindakan tegas jika kesepakatan tersebut dilanggar.

“Pasukan militer AS akan tetap dikerahkan di dalam dan di sekitar Iran sampai Teheran sepenuhnya mematuhi ‘perjanjian nyata’,” ujar Trump pada Rabu waktu setempat.

Ia menambahkan setiap pelanggaran akan memicu tanggapan militer yang lebih besar dari apa pun yang pernah terlihat sebelumnya. Pernyataan ini menambah ketidakpastian di pasar global.

Penutupan merah bursa Eropa ini berbanding terbalik dengan performa kuat pada sesi Rabu. Saat itu, indeks pan-Eropa Stoxx 600 melonjak hingga 3,7%. Investor kini terus memantau perkembangan diplomasi di wilayah tersebut.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Lanjutkan Reli, Indeks Dow Jones Berbalik Positif Sepanjang Tahun 2026

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat (AS)...

Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Retak, Bursa Saham Asia Mayoritas Memerah

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas...

Wall Street Melompat Tajam, Gencatan Senjata AS-Iran Picu Gairah Investor

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru