Genjot Modal Kerja, Triniti Dinamik (TRUE) Siap Lepas 757 Juta Saham Baru

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) tancap gas memperkuat struktur permodalan di awal tahun 2026. Emiten pengembang properti ini berencana melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

Perseroan bakal menerbitkan sebanyak-banyaknya 757.110.786 lembar saham baru. Angka tersebut setara dengan 10% dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Saham baru ini memiliki nilai nominal Rp 25 per saham.

Yohanes Eddy Christianto, President Director TRUE, menjelaskan rencana ini melalui keterbukaan informasi pada Kamis (8/1). Aksi korporasi ini bertujuan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. Termasuk untuk memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan posisi keuangan perseroan.

Dana hasil private placement rencananya akan digunakan untuk modal kerja. Perseroan juga mengalokasikan dana tersebut untuk membiayai pembangunan proyek properti entitas anak. Langkah ini diharapkan memberikan fleksibilitas pendanaan bagi pertumbuhan bisnis TRUE di masa depan.

Terkait harga pelaksanaan, TRUE merujuk pada ketentuan Bursa Efek Indonesia (BEI). Harga saham baru dipatok paling sedikit 90% dari rata-rata harga penutupan selama 25 hari bursa berturut-turut di pasar reguler.

Langkah TRUE ini sudah mendapat lampu hijau dari para kreditur. Perseroan telah mengantongi persetujuan dari PT Bank Pan Indonesia Tbk (Bank Panin). Persetujuan serupa juga diperoleh dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (Bank BTN).

Berdasarkan proyeksi keuangan, jumlah aset TRUE bakal terkerek 8,86% menjadi Rp 798,662 miliar. Jumlah ekuitas perseroan juga diperkirakan meningkat 10,04% ke angka Rp 262,126 miliar setelah aksi korporasi ini tuntas.

Direksi TRUE optimistis rencana ini menjadi solusi pendanaan yang efisien. “PMTHMETD merupakan pilihan terbaik bagi Perseroan dan seluruh Pemegang Saham,” imbuh Yohanes.

TRUE menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin, 12 Januari 2026. Rapat akan dilangsungkan secara daring melalui sistem eASY.KSEI mulai pukul 10.00 WIB. Agenda utamanya adalah meminta persetujuan pemegang saham independen terkait rencana penerbitan saham baru ini.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Barito Mas Kuasai 61,87% Saham STRK, Publik 22,17% dan Phillip Securities 15,96%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK)...

Hadapi Tekanan Global, ASEAN Perkuat Benteng Ekonomi hingga Integrasi Pasar Modal

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Kawasan ASEAN terus memperkuat langkah kebijakan...

Bank OCBC NISP Bagi Dividen Tunai Rp45 per Saham, Catat Jadwalnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) akan...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru