back to top

Geopolitik Memanas, Harga Emas Dunia Terbang Tinggi

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Rabu (18/2/2026) waktu setempat atau Kamis pagi (19/2/2026) WIB. Kenaikan ini dipicu oleh kecemasan investor terhadap risiko geopolitik global yang terus membara. Selain itu, pasar juga menantikan rilis notulensi rapat Federal Reserve (The Fed) bulan Januari.

Mengutip CNBC International, harga emas spot melonjak 1,7% ke posisi USD 4.957,70 per ons troi. Penguatan ini membalikkan keadaan setelah harga logam mulia sempat merosot ke level USD 4.841,74 pada hari sebelumnya. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman April naik 0,5% menjadi USD 4.977,80 per ons troi.

Analis Marex, Edward Meir, memberikan pandangannya mengenai situasi pasar saat ini. Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu faktor utama yang diperhatikan pelaku pasar.

“Ada kegugupan mengenai ketegangan geopolitik yang ada baik dengan Iran maupun AS,” ujar Edward Meir.

Meski demikian, Meir menilai pergerakan harga emas sepanjang Februari masih berada dalam rentang perdagangan yang sangat ketat. Belum terlihat arah pergerakan yang jelas untuk saat ini.

Kondisi geopolitik di Eropa Timur juga belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Hari pertama pembicaraan damai antara Ukraina dan Rusia di Jenewa berakhir hanya dalam waktu dua jam. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menggambarkan diskusi tersebut berlangsung sulit.

Zelenskiy menuduh Moskow sengaja mengulur-ulur waktu dalam perundingan tersebut. Di sisi lain, Iran mengklaim telah mencapai serangkaian prinsip panduan dengan AS terkait pembicaraan nuklir. Namun, menteri luar negeri Iran memperingatkan kesepakatan akhir belum akan terjadi dalam waktu dekat.

Emas secara tradisional dianggap sebagai aset aman (safe haven) saat terjadi ketidakpastian. Logam mulia ini pernah mencetak rekor tertinggi di level USD 5.594,82 pada 29 Januari lalu. Emas juga biasanya diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah.

Pelaku pasar kini menunggu notulensi rapat The Fed tanggal 16-17 Januari. Data ini diharapkan memberi gambaran mengenai langkah bank sentral di tengah melambatnya risiko pasar tenaga kerja. Kemajuan inflasi yang berjalan lambat juga menjadi perhatian utama.

“Narasinya telah berubah sejak pertemuan Fed terakhir, ketika para pembuat kebijakan lebih berhati-hati,” kata Meir.

Laporan pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS yang dirilis Jumat mendatang akan menjadi indikator penting lainnya. PCE merupakan pengukur inflasi pilihan The Fed untuk menentukan arah biaya pinjaman. Saat ini, pasar berekspektasi akan ada dua kali pemotongan suku bunga tahun ini yang dimulai pada bulan Juni.

Tren penguatan juga diikuti oleh logam mulia lainnya. Harga perak spot melonjak 4,7% ke posisi USD 76,88 per ons troi. Harga platinum spot naik 3% menjadi USD 2.067,10 per ons troi. Sementara itu, paladium bertambah 2,1% ke level USD 1.718,65 per ons troi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Iran Abaikan Tuntutan AS, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 4%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia melonjak lebih dari...

Investor Menanti Data Ekonomi, Harga Emas dan Perak Kompak Terperosok

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dan perak dunia kompak...

Sinyal Damai AS-Iran Menguat, Harga Minyak Dunia Merosot hingga 1,7%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia merosot pada akhir...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru