Minggu, Januari 11, 2026
25.8 C
Jakarta

Hadapi Volatilitas Global 2026, OJK Siapkan Empat Strategi Penguatan Pasar Modal

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyiapkan kuda-kuda untuk menghadapi dinamika ekonomi pada tahun 2026. Regulator pasar modal ini menetapkan sejumlah agenda strategis guna memanfaatkan peluang sekaligus mengantisipasi tantangan global. Langkah ini penting demi menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menyoroti kondisi eksternal yang masih penuh ketidakpastian. Meski demikian, ia optimistis terhadap fundamental ekonomi dalam negeri. Hal tersebut disampaikannya dalam Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia 2025 di Jakarta, Selasa.

“Memasuki tahun 2026, ya, terdapat sejumlah peluang yang dapat kita manfaatkan sekaligus tantangan yang perlu kita antisipasi. Secara global, volatilitas pasar masih akan dipengaruhi oleh perkembangan suku bunga global, dinamika harga komoditas, serta kondisi geopolitik. Namun demikian, fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kuat dan terjaga, Indonesia memiliki ruang yang memadai untuk melanjutkan penguatan kinerja pasar modal secara berkelanjutan,” ujar Inarno, di Jakarta, Selasa (30/12/2025).

Menyikapi kondisi tersebut, OJK menetapkan empat agenda strategis utama. Fokus pertama adalah pendalaman pasar. Ini mencakup penguatan sisi penawaran, permintaan, serta infrastruktur pengawasan. Fokus kedua menyasar peningkatan integritas pasar melalui efektivitas sanksi dan perbaikan kualitas Emiten.

Agenda ketiga adalah penguatan kelembagaan Perusahaan Efek dan Manajer Investasi. Aspek ini menitikberatkan pada ketahanan siber dan pengendalian internal. Terakhir, OJK mendorong pengembangan keuangan berkelanjutan. Caranya dengan memperluas pengguna jasa bursa karbon serta menjalankan peta jalan keberlanjutan 2026–2030.

“Untuk itu, OJK bersama SRO telah menetapkan berbagai prioritas pengembangan pasar modal di 2026, ya, termasuk di dalamnya nanti juga kolaborasi dengan institusi yang terkait, terkait dengan Kementerian Keuangan, sebagai contohnya Bank Indonesia, termasuk pendalaman pasar, ya. Dan tentunya juga kami akan meningkatkan keamanan cyber, ya, peningkatan integritas pasar, penguatan kelembagaan pelaku usaha jasa keuangan, serta pengembangan keuangan berkelanjutan,” jelas Inarno.

Inarno menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk mewujudkan target tersebut. OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) mengajak seluruh pihak memperkuat sinergi dengan pemerintah, industri, dan masyarakat. Tujuannya guna mendukung program strategis nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“Berbagai program prioritas ini tentunya tidak dapat dicapai tanpa dukungan dari seluruh pemangku kepentingan di pasar modal Indonesia. Oleh karena itu, dalam kesempatan yang istimewa ini, kami menghimbau agar kita dapat terus menjaga sinergi yang baik di antara regulator, pelaku industri, dan seluruh pemangku kepentingan di pasar modal Indonesia,” tambahnya.

Ia menutup sambutannya dengan ajakan optimis menyongsong masa depan ekonomi Indonesia. Fondasi pasar modal yang kokoh dinilai krusial bagi kemajuan bangsa.

“Mari bersama-sama kita bangun pasar modal Indonesia yang inklusif, berkelanjutan, dan juga tangguh dalam menghadapi segala tantangan. Dengan pasar modal yang kuat, adalah fondasi yang kuat, yang kokoh untuk Indonesia Emas,” pungkas Inarno.

- Advertisement -

Artikel Terkait

IHSG Diprediksi Menguat, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ NICL, BUMI, DEWA hingga RATU!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa...

Investor Telkom (TLKM) Melejit di Akhir 2025, Danantara Genggam Kendali 52,09%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)...

Komposisi Pemegang Saham BRMS Akhir 2025: Investor Sugiman Halim Genggam 7,45%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru