STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup menguat tajam pada akhir perdagangan Selasa (31/3/2026) waktu setempat atau Rabu pagi (1/4/2026) WIB. Investor menyambut baik laporan terkait peluang berakhirnya perang antara AS dan Iran dalam waktu dekat.
Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York melonjak 1.125,37 poin atau 2,49% ke level 46.341,51. Indeks S&P 500 (SPX) melesat 2,91% dan berakhir di posisi 6.528,52. Indeks komposit Nasdaq (IXIC) melompat 3,83% menjadi 21.590,63.
Ketiga indeks tersebut mencatatkan performa harian terbaiknya sejak Mei tahun lalu. Sentimen positif muncul usai laporan terkait keinginan Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengakhiri perang. Pezeshkian disebut terbuka untuk perdamaian dengan syarat adanya jaminan internasional.
Laporan Wall Street Journal menyebutkan Presiden Donald Trump bersedia mengakhiri aksi militer di Timur Tengah. Langkah ini tetap dipertimbangkan meskipun Selat Hormuz masih dalam kondisi tertutup. New York Post juga melaporkan Trump meyakini perang Iran kemungkinan besar segera berakhir.
Sektor teknologi yang tertekan sejak awal konflik langsung bangkit secara luas. Dana Sektor Pilihan Teknologi SPDR (XLK) ditutup naik lebih dari 4%. Saham raksasa Nvidia melonjak 5,6% dan Microsoft menguat 3,1%.
Eric Diton, Presiden The Wealth Alliance, memberikan analisanya mengenai reli pasar ini. Ia menilai pasar merespons positif setiap langkah menuju perdamaian.
“Langkah apa pun menuju pengakhiran perang secara keseluruhan, pasar saham menyukainya, dan jadi, Anda mendapatkan reli kelegaan tersebut,” ujar Eric Diton.
Meski demikian, ia mengingatkan pelaku pasar tetap waspada. Masalah pasokan energi masih menjadi faktor penentu stabilitas pasar ke depan.
“Intinya adalah, jika kita belum menyelesaikan masalah minyak, maka hal itu terus memberikan tekanan,” tambah Diton.
Harga minyak mentah Brent tetap tinggi setelah Iran dilaporkan menyerang kapal tanker Kuwait di perairan Dubai. Kontrak Brent ditutup naik 4,94% menjadi USD 118,35 per barel. Sebaliknya, minyak West Texas Intermediate (WTI) justru turun 1,46% ke level USD 101,38 per barel.
Perdagangan Selasa ini sekaligus menjadi hari terakhir di bulan Maret. Sepanjang bulan ini, S&P 500 anjlok 5,1% dan mencatat kinerja bulanan terburuk sejak 2022. Dow Jones turun 5,4% sekaligus memutus tren kenaikan selama 10 bulan berturut-turut.
Ketiga indeks utama juga menutup kuartal ini dengan rapor merah. Nasdaq memimpin penurunan periode ini dengan merosot lebih dari 7%. S&P 500 terkoreksi 4,6% dan Dow Jones melemah 3,6%.
Indeks Russell 2000 untuk saham berkapitalisasi kecil menunjukkan tren berbeda. Indeks ini justru berhasil naik sekitar 0,6% sepanjang kuartal tersebut. Saat ini, posisi Nasdaq masih berada 10% di bawah rekor tertinggi intraday terbarunya.
