Minggu, Januari 11, 2026
25.1 C
Jakarta

Harga Emas dan Perak Dunia Ambruk Usai Cetak Rekor, Pasar Logam Mulia Bergejolak

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Pasar logam mulia dunia terguncang pada perdagangan Senin (29/12/2025) waktu setempat atau Selasa pagi (30/12/2025) WIB. Harga emas dan perak kompak anjlok tajam setelah sempat mencetak rekor tertinggi baru.

Mengutip CNBC International, penurunan ini menjadi koreksi harian terburuk bagi perak sejak 2021. Pergerakan harga berlangsung sangat ekstrem dalam satu hari perdagangan.

Harga perak berjangka ditutup merosot 8,7%. Pada sesi malam sebelumnya, perak sempat menembus level US$ 80 per ons untuk pertama kalinya dalam sejarah. Logam ini akhirnya menetap di level US$ 70,46 per ons.

Jika dihitung dari titik tertinggi ke titik terendah harian, harga perak sempat jatuh hingga 15%. Ini menjadi penurunan intraday terbesar sejak Agustus 2020.

Tekanan juga menghantam emas. Harga emas berjangka turun sekitar 4,6%. Emas ditutup di level US$ 4.343,6 per ons.

Sebelumnya, emas sempat mencetak rekor baru di atas US$ 4.550 per ons pada bulan ini. Koreksi tajam muncul setelah reli panjang sepanjang tahun.

CEO dan Chief Investment Officer KKM Financial, Jeff Kilburg, menilai pergerakan ini jarang terjadi.

“Ini adalah pergerakan bersejarah. Kami belum pernah melihat pergerakan seperti ini dalam waktu yang lama,” ujar Kilburg.

Kilburg menyebut aksi ambil untung menjadi pemicu utama pelemahan harga. Strategi pajak akhir tahun atau tax-loss harvesting ikut menekan pasar. Koreksi terjadi setelah lonjakan harga logam mulia yang sangat besar sepanjang tahun.

Meski anjlok, kinerja logam mulia sepanjang tahun masih solid. Harga perak tercatat naik lebih dari 140% sepanjang tahun berjalan. Harga emas masih menguat lebih dari 60%.

Kilburg tetap optimistis menatap tahun depan. Ia memperkirakan harga perak berpeluang kembali naik pada 2026.

“Saya pikir ini adalah pengaturan ulang, penangguhan sementara, hanya pergerakan satu hari akhir tahun. Tapi saya pikir kedua logam mulia, emas dan perak, melanjutkan lintasan mereka lebih tinggi,” kata Kilburg.

Ia juga menyoroti faktor fundamental pasar.

“Ada masalah pasokan yang dramatis. Ada masalah permintaan yang luar biasa. Dan Anda menggabungkan keduanya, itu akan mendorong perak lebih tinggi. Jadi, saya tidak berpikir reli sudah berakhir sama sekali,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Emas Masih ‘Anteng’ di Level USD 4.452, Analis Ramal Bisa Tembus USD 5.000

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia bergerak stabil pada...

Harga Minyak Dunia Melonjak 3%, Pasokan Global Jadi Sorotan

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia ditutup menguat tajam...

Aksi Ambil Untung Tekan Harga Emas, Logam Mulia Lainnya Ikut Tumbang

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia berakhir melemah pada...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru