STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dan perak dunia kompak melemah pada penutupan perdagangan Rabu (31/12) waktu setempat atau Kamis pagi (1/1/2026) WIB.. Para investor mulai melakukan aksi ambil untung setelah lonjakan harga tahunan yang bersejarah. Tekanan jual juga muncul setelah operator bursa CME Group kembali menaikkan biaya jaminan (margin) logam mulia.
Kebijakan tersebut menjadi kenaikan margin untuk kedua kalinya dalam sepekan. Langkah ini menekan pergerakan harga logam mulia di pasar global menjelang akhir tahun.
Mengutip CNBC International, berdasarkan data pasar pada pukul 08.50 waktu setempat, harga emas spot turun 0,1% ke level US$4.339,89 per ons. Penurunan ini memperpanjang tren pelemahan harga emas menjelang pergantian tahun baru.
Tekanan juga terjadi pada harga perak spot. Harga perak anjlok 5,6% ke posisi US$72,15 per ons. Sebelumnya, harga perak sempat melonjak ke atas level US$80 per ons pada awal pekan. Pelemahan tajam tersebut memangkas sebagian besar keuntungan perak yang tercatat dalam beberapa hari terakhir.
Logam mulia sebenarnya mencatatkan performa luar biasa sepanjang tahun 2025. Harga emas melonjak lebih dari 64% sejak awal tahun. Catatan ini menjadi kinerja tahunan terbaik bagi emas sejak tahun 1979 sekaligus menjadi tahun positif ketiga berturut-turut.
Banyak faktor mendukung kenaikan harga emas selama setahun terakhir. Pemangkasan suku bunga Amerika Serikat serta ketegangan tarif dagang menjadi pemicu utamanya. Selain itu, permintaan yang kuat dari bank sentral dan dana indeks (ETF) turut mendorong harga ke level tertinggi.
Kinerja perak bahkan jauh melampaui emas sepanjang tahun 2025. Perak berada di jalur kenaikan tahunan hingga hampir 150%. Sama seperti emas, ini merupakan performa tahunan terbaik perak sejak tahun 1979.
Lonjakan harga perak dipicu oleh rendahnya pasokan dan tingginya permintaan dari India. Kebutuhan industri dan isu tarif juga ikut memperkuat harga perak. Meski demikian, logam ini memang sering mengalami fluktuasi harga yang cukup liar.
CME Group sebagai salah satu lantai perdagangan komoditas terbesar dunia mengambil langkah tegas. Mereka menaikkan jaminan transaksi untuk emas, perak, platinum, hingga paladium. Aturan baru ini berlaku efektif setelah penutupan bisnis pada hari Rabu.
Pihak bursa menjelaskan alasan di balik kebijakan tersebut dalam sebuah pernyataan resmi. Keputusan ini diambil “sesuai dengan tinjauan normal terhadap volatilitas pasar untuk memastikan cakupan jaminan yang memadai,” tulis manajemen CME Group.
Melalui pengumuman ini, para pedagang wajib menyetorkan lebih banyak uang tunai untuk menjamin posisi mereka. Langkah tersebut bertujuan melindungi pasar dari risiko gagal bayar saat pengiriman kontrak dilakukan. Kebijakan kenaikan margin sebelumnya pada awal pekan juga sempat membuat harga kontrak berjangka jatuh tajam.
