STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia ditutup melemah pada perdagangan Jumat (13/3/2026) waktu setempat atau Sabtu pagi (14/3/2026) WIB. Penurunan ini menandai pelemahan mingguan kedua berturut-turut bagi logam mulia tersebut. Tekanan utama datang dari penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) dan kekhawatiran inflasi akibat perang Iran.
Mengutip CNBC International, harga emas spot turun 0,5% ke level USD 5.052,15 per ons troi. Sepanjang pekan ini, harga emas sudah terkoreksi lebih dari 2%. Di pasar berjangka AS, kontrak emas untuk pengiriman April berakhir merosot 1,3% menjadi USD 5.061,70 per ons troi.
Indeks dolar AS terpantau melaju menuju kenaikan mingguan dan mencapai level tertinggi dalam hampir empat bulan. Kondisi tersebut membuat emas yang dihargai dalam greenback menjadi lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain. Penguatan dolar ini secara langsung membebani daya tarik emas batangan.
Tai Wong, seorang trader logam independen, memberikan komentarnya terkait situasi pasar saat ini. Ia menyoroti posisi emas di tengah kuatnya sentimen dolar.
“Sementara pasar tetap sangat optimis terhadap emas jangka panjang pada pendorong alokasi aset, emas batangan sedang menuju posisi terendah sejak konflik Iran dimulai dengan dolar berada pada level tertinggi hampir empat bulan,” ujar Tai Wong.
Laporan dari Commerzbank menyebutkan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih restriktif menjadi alasan utama harga emas tertekan. Meskipun emas secara tradisional berfungsi sebagai pelindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga biasanya mengurangi daya tariknya. Suku bunga tinggi meningkatkan biaya peluang untuk menyimpan emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Data ekonomi terbaru menunjukkan belanja konsumen AS meningkat sedikit lebih tinggi dari perkiraan pada Januari. Inflasi dasar yang tetap kuat serta ketegangan di Timur Tengah memperkuat pandangan para ekonom. Bank sentral AS atau The Fed diperkirakan tidak akan memulai pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.
Presiden Donald Trump memberikan pernyataan terbaru mengenai situasi geopolitik. Ia menyebut AS akan memukul Iran dengan sangat keras dalam satu minggu ke depan. Hal ini disampaikan tak lama setelah Trump mengeluarkan pengecualian sementara selama 30 hari untuk pembelian minyak Rusia yang sedang dalam perjalanan laut.
Di sisi lain, pasokan fisik emas mulai menunjukkan tanda pemulihan. Pengoperasian kembali sebagian penerbangan dari Dubai memungkinkan aliran emas dari pusat perdagangan global tersebut mulai berjalan kembali minggu ini. Kabar ini dikonfirmasi oleh tiga sumber kepada Reuters.
Tren penurunan juga diikuti oleh logam mulia lainnya. Harga perak spot jatuh 3,3% menjadi USD 81,00 per ons troi. Platinum merosot 4% ke level USD 2.047,20 per ons troi. Sementara itu, harga paladium turun 2,5% ke posisi USD 1.569,00 per ons troi. Seluruh logam pendamping emas tersebut juga mencatatkan kerugian mingguan.
