STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia jatuh tajam pada penutupan perdagangan Kamis (26/3/2026) waktu setempat atau Jumat pagi (27/3/2026) WIB. Tekanan datang dari penguatan dolar AS, kenaikan harga minyak, serta ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.
Mengutip CNBC International, harga emas spot ambles 2,7% ke level USD4.384,38 per ons troi. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman April merosot lebih dalam, yakni 3,9% ke posisi USD4.376,3 per ons troi.
Penurunan ini memperpanjang tren pelemahan emas sejak konflik di Timur Tengah pecah pada 28 Februari 2026. Secara kumulatif, harga emas sudah anjlok sekitar 17%.
Penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor utama penekan harga emas. Kenaikan nilai tukar membuat emas semakin mahal bagi investor luar negeri. Kondisi ini menekan minat terhadap aset safe haven tersebut.
Kenaikan harga minyak juga ikut memperburuk sentimen pasar. Lonjakan harga energi memicu kekhawatiran inflasi tetap tinggi. Situasi ini mendorong ekspektasi suku bunga bertahan di level tinggi lebih lama.
Imbal hasil obligasi yang meningkat turut menambah tekanan. Biaya peluang memegang emas menjadi lebih tinggi dibandingkan instrumen berbunga.
Jim Wyckoff, Analis Senior Kitco Metals, menilai pergerakan emas masih dipengaruhi arah konflik dan kebijakan suku bunga.
“Jika konflik berlanjut, harga bisa turun di bawah USD4.000, sementara gencatan senjata dan harapan pemotongan suku bunga yang baru dapat mengangkatnya kembali ke arah USD5.000,” ujar Jim Wyckoff.
Ketidakpastian geopolitik masih membayangi pasar. Seorang pejabat senior Iran menilai proposal Amerika Serikat untuk menghentikan konflik bersifat sepihak dan tidak adil. Kondisi ini membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati.
Di sisi lain, laporan analis Intesa Sanpaolo menyoroti perubahan perilaku investor terhadap logam mulia. Tekanan likuiditas membuat investor melepas emas dan perak.
“Pergerakan spekulatif dalam beberapa kuartal terakhir telah mengompromikan kemampuan emas dan perak untuk berfungsi secara efektif sebagai aset safe-haven, setidaknya dalam jangka pendek,” tulis analis Intesa Sanpaolo.
Data ekonomi Amerika Serikat juga turut memengaruhi arah pasar. Klaim tunjangan pengangguran naik tipis. Kondisi ini memberi ruang bagi bank sentral AS untuk mempertahankan suku bunga.
Sentimen negatif turut menekan logam mulia lainnya. Harga perak spot anjlok 5% ke level USD67,71 per ons troi. Platinum turun 4,2% menjadi USD1.839,67 per ons troi. Sementara paladium merosot 5% ke posisi USD1.352,82 per ons troi.
