STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia ditutup merosot tajam pada akhir perdagangan Kamis (2/4/2026) waktu setempat atau Jumat pagi (3/4/2026) WIB. Pelemahan ini terjadi seiring penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) dan lonjakan harga minyak mentah. Investor merespons pidato Presiden Donald Trump terkait kelanjutan serangan militer terhadap Iran.
Mengutip CNBC International, harga emas spot anjlok 3,6% ke posisi 4.587,55 USD per ons troi. Padahal, logam mulia ini sempat menyentuh level tertinggi dalam dua pekan pada awal sesi. Di pasar berjangka AS, kontrak emas jatuh lebih dalam sebesar 4,2% menjadi 4.613,30 USD per ons troi.
Mata uang dolar AS terpantau melonjak sangat kuat. Kondisi ini membuat emas yang dihargai dalam greenback menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Tekanan jual pun tidak terhindarkan di pasar logam mulia.
Sentimen pasar sangat dipengaruhi oleh pernyataan Presiden Donald Trump dalam pidato televisinya. Trump menyebut militer AS hampir mencapai tujuannya di Iran. Namun, ia tidak memberikan jadwal yang jelas untuk mengakhiri perang yang sudah berlangsung satu bulan tersebut.
Trump bahkan bersumpah untuk membom Iran hingga kembali ke “Zaman Batu”. Pernyataan keras ini memicu lonjakan harga minyak dunia. Kenaikan harga energi tersebut meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya inflasi yang lebih luas.
Kondisi ini memperkuat ekspektasi pasar suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama. Bank sentral diprediksi sulit untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat. Emas cenderung tertekan saat suku bunga tinggi karena aset ini tidak memberikan imbal hasil atau bunga.
David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, memberikan analisanya. Ia menilai pelaku pasar kini terpaku pada arah kebijakan energi AS.
“Pasar sangat fokus pada komentar Trump, yang sejauh ini memberikan sedikit tanda penyelesaian cepat terhadap situasi energi,” ujar David Meger dalam keterangannya.
Meger menambahkan situasi ini memberikan beban berat pada pergerakan harga emas dan perak. Pasalnya, peluang penurunan suku bunga menjadi semakin kecil bagi para pelaku pasar.
Sejak konflik Iran pecah pada 28 Februari lalu, harga emas spot tercatat sudah merosot sebanyak 13%. Sentimen pasar juga terpukul oleh aksi jual cadangan emas oleh bank sentral.
Cadangan emas bank sentral Turki dilaporkan merosot 69,1 metrik ton menjadi 702,5 ton pada pekan lalu. Dalam dua pekan terakhir, total penurunan cadangan emas Turki mencapai lebih dari 118 ton. Langkah ini diambil otoritas setempat untuk meredam dampak pasar akibat perang.
Di kawasan Asia, emas diperdagangkan dengan premi di India untuk pertama kalinya dalam dua bulan. Penurunan harga mendorong minat beli fisik dari konsumen. Sementara itu, premi di China sedikit menurun karena pembeli menunggu koreksi harga yang lebih dalam.
Tren penurunan juga menular ke logam mulia lainnya. Harga perak spot anjlok 7,1% menjadi 69,78 USD per ons troi. Harga platinum turun 2,7% ke level 1.911,13 USD per ons troi. Sementara itu, paladium merosot 1,3% ke posisi 1.453,70 USD per ons troi.
