back to top

Harga Emas Dunia Anjlok di Bawah USD 5.000, Data Tenaga Kerja AS Jadi Pemicu

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia merosot ke level terendah dalam hampir satu pekan pada perdagangan Kamis (12/2/2026) waktu setempat atau Jumat pagi (13/2/2026) WIB. Penurunan tajam ini dipicu oleh rilis data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan. Kondisi tersebut meredupkan harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dalam waktu dekat.

Mengutip CNBC International, harga emas spot merosot 3,2% menjadi USD 4.915,74 per ons troi pada pukul 04.02 sore waktu setempat. Logam mulia ini sempat menyentuh level terendahnya sejak 6 Februari dalam sesi perdagangan tersebut. Di pasar berjangka AS, kontrak emas untuk pengiriman April ditutup turun 3,2% ke posisi USD 4.935,70 per ons troi.

Tekanan jual meningkat drastis setelah harga menembus di bawah level psikologis USD 5.000 per ons troi. Banyak investor menempatkan perintah jual otomatis (stop order) di level tersebut untuk melindungi posisi mereka. Kondisi ini memicu aksi jual berantai di pasar.

Fawad Razaqzada, Analis Pasar di City Index dan FOREX.com, memberikan penjelasannya. Ia menilai volatilitas yang tinggi sebelumnya membuat investor waspada.

“Karena volatilitas tinggi sebelumnya, banyak orang akan menempatkan stop mereka baik di bawah USD 5.000 atau di atas level USD 5.100 hanya untuk menjaga posisi stop mereka,” ujar Fawad Razaqzada.

Penembusan harga ke bawah memicu eksekusi perintah jual tersebut secara massal. “Karena pergerakan ke bawah, stop tersebut telah terpicu di bawah level USD 5.000, dan itu menyebabkan efek seperti riam, menyebabkan harga anjlok dalam waktu singkat,” tambah Razaqzada.

Data ekonomi terbaru menunjukkan pasar tenaga kerja AS memulai tahun 2026 dengan pijakan yang kokoh. Hal ini memperkuat pandangan para pengambil kebijakan untuk mempertahankan suku bunga tetap tinggi lebih lama. Penggajian non-pertanian (Nonfarm payrolls) naik 130.000 pekerjaan pada Januari.

Angka tersebut jauh melampaui kenaikan Desember sebesar 48.000 pekerjaan. Tingkat pengangguran juga terpantau turun tipis menjadi 4,3%. Selain itu, klaim awal tunjangan pengangguran turun menjadi 227.000 pada pekan yang berakhir 7 Februari.

Pasar tenaga kerja yang tangguh meningkatkan kepercayaan diri Fed terhadap kondisi ekonomi. Suku bunga yang tinggi memberikan tekanan bagi emas. Logam mulia ini merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil atau bunga.

Investor kini menantikan rilis data inflasi AS pada hari Jumat. Data tersebut akan menjadi petunjuk arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya. Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus Ahli Strategi Logam Senior di Zaner Metals, memberikan analisanya.

“Sepertinya ekspektasinya adalah CPI utama akan melambat dari 2,7% menjadi 2,5%, mungkin serendah 2,4%. Hal itu mungkin menghidupkan kembali beberapa taruhan penurunan suku bunga dan itu mungkin akan menguntungkan bagi emas,” ujar Peter Grant.

Tren penurunan juga menular ke logam mulia lainnya. Harga perak anjlok 10,8% menjadi USD 74,95 per ons troi setelah sempat naik 4% pada hari Rabu.

Harga platinum spot merosot 6,2% ke posisi USD 2.030,25 per ons troi. Sementara itu, harga paladium terpangkas 4,75% menjadi USD 1.618,84 per ons troi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

IEA Pangkas Proyeksi Permintaan, Harga Minyak Dunia Terperosok 3%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia merosot sekitar 3%...

Harga Emas Dunia Melonjak Lebih dari 1%, Abaikan Data Tenaga Kerja AS

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia melonjak lebih dari...

Tensi AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 1%

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga minyak dunia ditutup menguat...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru