back to top
Selasa, Januari 27, 2026
25.5 C
Jakarta

Harga Emas Dunia Melejit Tembus USD 5.100, Investor Buru Aset Aman

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Senin (26/1/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (27/1/2026) WIB. Logam mulia ini berhasil menembus level psikologis USD 5.100 per ons troi untuk pertama kalinya. Lonjakan harga dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap risiko fiskal global dan ketegangan geopolitik yang terus meningkat.

Mengutip CNBC International, harga emas spot melonjak 2,4% hingga menyentuh angka USD 5.102 per ons troi. Harga emas kemudian sedikit terkoreksi ke posisi USD 5.086 per ons troi pada akhir perdagangan. Di pasar berjangka AS, kontrak emas untuk pengiriman Februari naik 2,1% menjadi USD 5.087 per ons troi.

Ketegangan di berbagai wilayah mulai dari Greenland, Venezuela, hingga Timur Tengah menjadi pendorong utama. Situasi ini memperkuat daya tarik emas sebagai instrumen pelindung nilai terhadap ketidakpastian. Isu geoekonomi di Greenland secara khusus memberi dampak signifikan pada kenaikan harga logam mulia.

Lembaga riset HSBC memberikan catatan mengenai fenomena ini. Kenaikan harga emas dan perak dipicu oleh isu-isu global yang saling berkaitan.

“Kenaikan harga emas dan perak baru-baru ini terjadi berkat isu geoekonomi yang terkait dengan Greenland,” tulis HSBC.

Tren kenaikan harga juga diikuti oleh perak. Harga perak spot melonjak 4,9% ke level USD 107,9 per ons troi. Analis dari Union Bancaire Privée (UBP) menyebut lonjakan ini didorong oleh permintaan tinggi dari pembeli institusional maupun ritel.

UBP memproyeksikan tren penguatan emas masih akan berlanjut hingga akhir tahun. Permintaan dari bank sentral tetap menjadi faktor kunci.

“Kami mengantisipasi emas akan menikmati tahun yang kuat lagi, mencerminkan permintaan investasi ritel dan bank sentral yang sedang berlangsung, dengan target harga akhir tahun sebesar USD 5.200 per ons,” ungkap UBP.

Goldman Sachs menilai basis permintaan emas kini semakin luas. Kepemilikan ETF Barat telah meningkat sekitar 500 ton sejak awal 2025. Pembelian fisik oleh keluarga kaya juga menjadi sumber permintaan yang semakin penting.

Bank investasi tersebut menaikkan perkiraan harga emas untuk Desember 2026. Goldman Sachs mengubah target dari USD 4.900 menjadi USD 5.400 per ons troi. Mereka menilai perlindungan terhadap risiko kebijakan global kini semakin kuat.

Pembelian oleh bank sentral global tetap solid. Goldman memperkirakan pembelian rata-rata mencapai 60 ton per bulan. Angka ini jauh di atas rata-rata sebelum tahun 2022 yang hanya sebesar 17 ton.

Bank sentral pasar berkembang terus mengalihkan cadangan devisa mereka ke dalam emas. Goldman Sachs berasumsi perlindungan terhadap risiko kebijakan makro global akan tetap stabil hingga tahun 2026.

“Kami berasumsi lindung nilai terhadap risiko kebijakan makro global tetap stabil karena risiko-risiko yang dirasakan (misalnya keberlanjutan fiskal) mungkin tidak sepenuhnya terselesaikan pada tahun 2026,” kata Goldman Sachs.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Harga Minyak Dunia Terkoreksi, Investor Pantau Dampak Badai dan Tensi AS-Iran

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak mentah dunia ditutup sedikit...

Harga Perak Cetak Sejarah Tembus USD 100, Emas Selangkah Lagi Capai USD 5.000

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga perak dunia mencetak sejarah...

AS Kirim Armada ke Iran dan Jatuhkan Sanksi Baru, Harga Minyak Dunia Meroket 3%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia melambung hampir 3%...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru