Senin, Januari 12, 2026
24.1 C
Jakarta

Harga Emas Dunia Melonjak, Cetak Kenaikan Mingguan 3,9% di Tengah Ketidakpastian Global

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia Harga emas dunia kembali merangkak naik pada penutupan perdagangan Jumat (9/1/2026) waktu setempat atau Sabtu pagi (10/1/2026) WIB. Logam mulia ini berada dalam jalur kenaikan mingguan yang solid. Investor saat ini tengah menimbang data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan.

Mengutip CNBC International, harga emas spot menguat 0,5% menjadi 4.496,09 USD per ons. Secara akumulasi mingguan, emas mencatatkan kenaikan sekitar 3,9%. Sebelumnya, emas sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa pada posisi 4.549,71 USD pada 26 Desember lalu.

Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Februari naik 0,5% ke posisi 4.483 USD. Kenaikan ini dipicu oleh rilis data nonfarm payrolls AS bulan Desember yang hanya bertambah 50.000 pekerjaan. Angka tersebut meleset dari ekspektasi pasar sebesar 60.000 pekerjaan.

Tingkat pengangguran AS sendiri turun tipis ke angka 4,4%. Namun, lesunya penambahan lapangan kerja memperkuat harapan pasar terhadap kebijakan pelonggaran moneter. Para pelaku pasar memprediksi Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga setidaknya dua kali pada tahun ini.

Bart Melek, Global Head of Commodity Strategy di TD Securities memberikan analisisnya terkait kondisi ini. “Daftar penggajian menunjukkan kepada kita lingkungan penciptaan lapangan kerja yang buruk. Potensi ketegangan geopolitik yang lebih besar, harga minyak yang agak lebih tinggi yang bersifat inflasi, ketidakpastian, dan pelonggaran kebijakan Fed — semuanya merupakan kombinasi bagi logam mulia,” ujarnya.

Ketidakpastian geopolitik global memang terus meningkat. Gejolak di Iran, perang Rusia-Ukraina, hingga penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh pihak AS menjadi faktor utama. Ditambah lagi, sinyal Washington untuk mengambil alih Greenland turut memicu kekhawatiran investor.

Lembaga Metals Focus memproyeksikan harga emas bisa mencetak rekor baru di atas 5.000 USD pada tahun 2026. Tren dedolarisasi dan risiko geopolitik diprediksi menjadi pendorong utama lonjakan tersebut. Investor juga mewaspadai putusan Mahkamah Agung AS terkait kewenangan Presiden Donald Trump dalam menetapkan tarif perdagangan.

Di sisi lain, permintaan ritel emas di India terpantau masih lesu akibat harga yang sangat tinggi. Sebaliknya, premi emas di China justru mengalami kenaikan.

Pergerakan positif juga terjadi pada logam mulia lainnya. Perak spot naik 2% menjadi 78,42 USD per ons dengan kenaikan mingguan sebesar 8,8%. Platinum menguat 1% ke posisi 2.290,20 USD, sementara paladium melonjak 2% ke level 1.831,18 USD per ons.

Bank of America baru-baru ini menaikkan perkiraan harga rata-rata platinum dan paladium untuk tahun 2026. Langkah ini diambil karena adanya gangguan dari sengketa dagang di tengah ketatnya pasar fisik. Selain itu, peningkatan impor dari China turut memberikan dukungan kuat pada harga kedua logam tersebut.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Khawatir Gangguan Pasokan di Iran dan Venezuela, Harga Minyak Dunia Kompak Menanjak

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia ditutup menguat pada...

Emas Masih ‘Anteng’ di Level USD 4.452, Analis Ramal Bisa Tembus USD 5.000

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia bergerak stabil pada...

Harga Minyak Dunia Melonjak 3%, Pasokan Global Jadi Sorotan

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia ditutup menguat tajam...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru