back to top

Harga Emas Dunia Melonjak Lebih dari 1%, Abaikan Data Tenaga Kerja AS

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia melonjak lebih dari 1% pada penutupan perdagangan Rabu (11/2/2026) waktu setempat atau Kamis pagi (12/2/2026) WIB. Logam mulia ini kembali menguat setelah sempat mengalami tekanan akibat rilis data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang melampaui ekspektasi. Pembelian jangka panjang yang stabil menjadi motor penggerak utama kenaikan harga.

Mengutip CNBC International, harga emas spot naik 1,25% menjadi USD 5.085,93 per ons troi. Sebelumnya, harga si kuning bahkan sempat menyentuh level tertinggi di posisi USD 5.118,47 sebelum sedikit melandai. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman April ditutup menguat 1,6% ke level USD 5.112,60 per ons troi.

Data terbaru menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS melesat pada Januari. Tingkat pengangguran juga turun menjadi 4,3%. Kondisi ini menunjukkan ketahanan pasar tenaga kerja yang kuat. Situasi tersebut sebenarnya memberikan ruang bagi bank sentral AS atau The Fed untuk menahan suku bunga tetap stabil sambil memantau inflasi.

Namun, para investor emas tampaknya tidak terpengaruh oleh data ekonomi tersebut. Tai Wong, seorang pedagang logam independen, memberikan analisanya terkait fenomena ini. Ia menilai mentalitas pembeli emas saat ini lebih fokus pada faktor fundamental jangka panjang.

“Satu laporan pekerjaan yang kuat tidak akan merusak mentalitas di balik pembelian emas yang dianggap jangka panjang dan fundamental,” ujar Tai Wong.

Wong menambahkan tren pergerakan emas tetap menunjukkan pola penguatan. Kepercayaan diri para pembeli tetap kokoh di tengah kekhawatiran utang dan isu pelepasan aset AS.

“Sejak keruntuhan besar, emas telah menunjukkan sebagian besar harga tertinggi yang lebih tinggi dan harga terendah yang lebih tinggi, dengan pembeli masih percaya diri di tengah utang dan narasi divestasi dari AS,” tambahnya.

Sebelumnya, emas sempat mengalami aksi jual besar-besaran selama dua hari pada 30 Januari dan 2 Februari. Hal ini terjadi setelah Presiden Donald Trump mengumumkan pilihannya untuk calon Ketua The Fed. Meski sempat tertekan, harga emas sudah melonjak lebih dari 17% sepanjang tahun ini.

Kenaikan tahun ini melanjutkan rekor tertinggi tahun lalu. Lonjakan dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global. Selain itu, peningkatan aksi beli oleh bank sentral turut menjaga momentum harga.

Data lain menunjukkan penjualan ritel AS Desember tidak mengalami perubahan. Kondisi ini memberi sinyal pengeluaran konsumen dan ekonomi mungkin melambat memasuki tahun baru. Emas yang tidak memberikan imbal hasil biasanya berkinerja baik saat periode ketidakpastian atau ketika suku bunga rendah.

Hasil jajak pendapat Reuters memprediksi The Fed akan menahan suku bunga hingga masa jabatan Jerome Powell berakhir pada Mei mendatang. Namun, pemangkasan suku bunga diperkirakan langsung dilakukan pada Juni. Para ekonom memperingatkan kebijakan di bawah kemungkinan penggantinya, Kevin Warsh, bisa menjadi terlalu longgar.

Investor kini mengalihkan perhatian pada laporan indeks harga konsumen (CPI) AS yang akan dirilis Jumat mendatang. Data inflasi tersebut diprediksi akan menjadi petunjuk arah kebijakan moneter selanjutnya.

Tren penguatan juga merembet ke logam mulia lainnya. Harga perak spot melonjak 4,6% ke posisi USD 84,43 per ons troi. Padahal, harga perak sempat jatuh lebih dari 3% pada sesi perdagangan sebelumnya.

Kenaikan juga terjadi pada platinum spot yang naik 2,8% menjadi USD 2.145,75 per ons troi. Sementara itu, harga paladium bertambah 0,7% ke level USD 1.719,57 per ons troi.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Tensi AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 1%

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga minyak dunia ditutup menguat...

Harga Emas Dunia Terkoreksi Jelang Rilis Data Inflasi dan Tenaga Kerja AS

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia melemah pada perdagangan...

Pasar Pantau Diplomasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Terkoreksi Tipis

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia bergerak sedikit melemah...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru