STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin (15/12/2025) waktu setempat atau Selasa pagi (16/12/2025) WIB. Logam mulia ini memangkas kenaikan yang sempat terjadi di awal sesi. Perubahan arah ini dipicu oleh kemajuan dalam pembicaraan damai antara pejabat Amerika Serikat (AS) dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy.
Mengutip CNBC International, harga emas spot tercatat naik tipis 0,2% ke level US$4.309,82 per ons. Sebelumnya, harga emas sempat melonjak lebih dari 1% dan menyentuh US$4.335,2 per ons.
Jim Wyckoff, Analis Senior di Kitco Metals, menyoroti dampak negosiasi perang terhadap harga emas. Menurutnya, potensi perdamaian mengurangi minat investor pada aset aman.
“Kemajuan dalam pembicaraan damai Rusia-Ukraina tampaknya meredam permintaan safe-haven untuk emas,” ujar Wyckoff.
Wyckoff menambahkan tekanan lain yang membayangi emas. Aksi ambil untung dan likuidasi turut membebani harga. Beberapa pedagang yang sebelumnya membeli kontrak berjangka kini mulai melakukan penjualan.
Sentimen positif terkait negosiasi perang juga dikonfirmasi oleh pejabat AS. Utusan khusus AS, Steve Witkoff memberikan sinyal optimis.
“Banyak kemajuan telah dicapai dalam pembicaraan Ukraina,” kata Witkoff.
Seorang pejabat AS lainnya juga menyampaikan hal serupa kepada Reuters. Kedua belah pihak disebut semakin dekat untuk memperkecil perbedaan antara Rusia dan Ukraina.
Selain isu geopolitik, pasar juga menanti data ekonomi penting. Pedagang menunggu laporan penggajian non-pertanian (non-farm payrolls) dan data ritel AS. Laporan ini dijadwalkan rilis pada Selasa.
Data tersebut akan menjadi petunjuk arah kebijakan Federal Reserve selanjutnya. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar kini memperhitungkan peluang 78% untuk pemangkasan suku bunga pada Januari 2026.
Di pasar logam mulia lainnya, pergerakan harga perak tampil paling bersinar. Harga perak spot melonjak 2,6% ke level US$63,61. Posisi ini semakin mendekati rekor tertinggi di US$64,65 yang tercapai pada perdagangan Jumat lalu.
Analis menilai tren perak masih sangat kuat. Bob Haberkorn, Senior Market Strategist RJO Futures, melihat perak memimpin kinerja logam mulia menjelang akhir tahun.
Menurut Haberkorn, harga perak berpeluang bertahan di atas US$65 hingga akhir tahun. Ia juga memperkirakan harga bisa menembus US$70 pada awal kuartal I tahun depan.
Kenaikan juga terjadi pada logam mulia lainnya. Platinum spot bertambah 2,5% menjadi US$ 1.788,55. Ini merupakan level tertinggi sejak September 2011.
Paladium tidak mau kalah. Harganya naik ke level tertinggi dalam dua bulan dengan lonjakan hampir 5% menjadi US$ 1.560,25 per ons.
Terkait paladium, Nornickel Rusia memberikan prediksi menarik. Produsen paladium terbesar di dunia ini menyebut pasar bisa mengalami defisit 0,2 juta ons tahun ini akibat permintaan investasi.
