Selasa, Januari 20, 2026
27.9 C
Jakarta

Harga Emas Dunia Tembus Rekor Baru USD 4.600, Imbas Ketidakpastian Kebijakan The Fed

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di atas level USD 4.600 per ons pada penutupan perdagangan Senin (12/1/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (13/1/2026) WIB. Para investor berbondong-bondong memburu aset aman (safe-haven). Langkah ini dipicu kekhawatiran pasar terhadap penyelidikan kriminal pemerintahan Trump kepada Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell.

Mengutip CNBC International, harga emas spot melonjak 2,2% ke posisi USD 4.609,58 per ons. Sebelumnya, harga logam mulia ini sempat menyentuh rekor tertinggi di level USD 4.629,94. Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Februari juga ditutup menguat 2,5% pada level USD 4.614,70.

Michael Haigh, Global Head of Commodities Research di Societe Generale, memberikan komentarnya mengenai situasi pasar. “Ketidakpastian yang tinggi berpengaruh langsung pada pasar emas, (dan) setiap minggu kita tampaknya memiliki area ketidakpastian lain yang ditambahkan,” ujarnya. Ia memprediksi kondisi yang mendukung kenaikan harga ini sulit berbalik dalam waktu dekat.

Kinerja emas tahun lalu tercatat sangat luar biasa dengan kenaikan lebih dari 64%. Capaian tersebut menjadi performa terbaik emas sejak tahun 1979. Di sisi lain, perak juga mencatat rekor tahun terkuatnya dengan lonjakan harga sebesar 146,8%.

Tekanan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap The Fed kini semakin intensif. Ada ancaman dakwaan terhadap Jerome Powell terkait komentarnya mengenai proyek renovasi gedung kantor. Powell menyebut tindakan tersebut sebagai dalih untuk mengontrol pemotongan suku bunga yang diinginkan Trump.

Masa jabatan Jerome Powell akan berakhir pada Mei mendatang. Fox News melaporkan pemerintahan Trump mulai melirik Rick Rieder dari BlackRock. Rick Rieder disebut-sebut sebagai kandidat potensial untuk menggantikan posisi Powell di bank sentral.

The Fed diperkirakan menahan suku bunga tetap stabil pada pertemuan 27–28 Januari mendatang. Sebelumnya, The Fed telah memangkas suku bunga sebesar 75 basis poin tahun lalu. Namun, pasar tetap memperkirakan ada dua kali pemotongan suku bunga lagi tahun ini. Ekspektasi tersebut meningkatkan minat investor pada aset tanpa bunga seperti emas.

Ketegangan geopolitik global ikut memanaskan minat terhadap aset aman. Presiden Donald Trump tengah mempertimbangkan respons terhadap tindakan keras terkait protes di Iran. Selain itu, pasar juga memantau situasi di Venezuela dan ide Trump untuk mengakuisisi Greenland.

Harga perak spot juga tidak mau ketinggalan dengan menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di USD 85,75. Perak kemudian ditutup naik 6,9% pada level USD 85,437 per ons.

Ned Naylor-Leyland, Gold and Silver Fund Manager di Jupiter Asset Management, menjelaskan hubungan kedua logam tersebut. Menurutnya, emas dan perak “berjalan bersama”. Namun, “ketika perak menangkap aliran (dana), (ia) benar-benar berlari karena salurannya lebih kecil dan lebih sensitif terhadap aliran masuk dan keluar,” jelasnya.

Kenaikan harga turut merambat ke logam mulia lainnya. Harga platinum spot naik 3,5% menjadi USD 2.351,78 per ons. Sementara itu, harga paladium menguat 3,3% ke posisi USD 1.875,68 per ons pada akhir perdagangan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Minyak Dunia Oversupply, ICP Desember 2025 Tertekan ke US$61,10 per Barel

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude...

Aksi Ambil Untung dan Tensi Geopolitik Mereda, Harga Emas Dunia Tergelincir

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia berakhir melemah pada...

Risiko Pasokan Membayangi, Harga Minyak Dunia Kembali Menanjak

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia bergerak naik pada...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru