STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia melemah pada perdagangan Senin (6/7/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (7/7/2026) WIB. Penurunan terjadi setelah dolar Amerika Serikat (AS) menguat. Meski begitu, pelemahan harga emas masih terbatas karena pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) mulai berkurang.
Mengutip CNBC, harga emas spot turun 0,4% menjadi USD 4.159,99 per ons troi, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam dua pekan sejak 22 Juni. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus naik 1% menjadi USD 4.167,50 per ons troi.
Indeks dolar AS naik 0,3%. Penguatan dolar membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain sehingga menekan permintaan logam mulia tersebut.
Analis Pasar American Gold Exchange, Jim Wyckoff, mengatakan penguatan dolar menjadi faktor utama yang membebani harga emas.
“Indeks dolar AS sedikit lebih tinggi hari ini dan itu menjadi faktor negatif harian bagi emas,” ujar Wyckoff.
Data ekonomi AS yang dirilis pekan lalu menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja pada Juni melambat. Selain itu, data ketenagakerjaan untuk dua bulan sebelumnya juga direvisi lebih rendah. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.
Emas selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Namun, kenaikan suku bunga biasanya mengurangi daya tarik emas karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil.
Pelaku pasar kini menantikan risalah rapat terakhir The Fed yang dijadwalkan dirilis pada Rabu waktu AS. Dokumen tersebut diharapkan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter bank sentral.
Wyckoff mengatakan investor akan mencermati isi risalah tersebut untuk mencari sinyal baru.
“Para pelaku pasar akan memeriksa risalah itu untuk melihat apakah ada petunjuk lain mengenai arah kebijakan moneter AS. Kejutan apa pun dari risalah tersebut tentu akan menggerakkan pasar,” kata Wyckoff.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September sekitar 56%.
Sementara itu, J.P. Morgan dalam riset yang diterbitkan Jumat lalu menyebut permintaan emas dari sejumlah sektor utama diperkirakan tidak akan sekuat proyeksi sebelumnya. Bank investasi tersebut memperkirakan harga emas akan berada di kisaran USD 4.300 per ons troi pada kuartal III 2026 dan meningkat menjadi USD 4.500 per ons troi pada kuartal IV 2026.

