STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan tiga saham sekaligus. Ketiga emiten tersebut adalah PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS), PT Indospring Tbk (INDS), dan PT Kokoh Exa Nusantara Tbk (KOCI).
Suspensi ini mulai berlaku sejak sesi I perdagangan Kamis (15/1/2026). Kebijakan tersebut mencakup perdagangan di Pasar Reguler maupun Pasar Tunai. Langkah ini diambil bursa sebagai respons atas lonjakan harga saham yang sangat tajam dalam waktu singkat.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono menjelaskan kebijakan ini bertujuan menjaga iklim investasi yang sehat. Bursa ingin memberikan perlindungan maksimal bagi para pemegang saham.
“Sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan,” ujar Yulianto Aji Sadono dalam keterbukaan informasi dikutip Kamis (15/1/2026).
Peningkatan harga kumulatif yang signifikan menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut. Khusus untuk emiten PT Kokoh Exa Nusantara Tbk, bursa juga menghentikan perdagangan Waran Seri I dengan kode KOCI-W. Suspensi KOCI-W berlaku di seluruh pasar.
Otoritas bursa berharap para pelaku pasar memiliki waktu yang cukup untuk berpikir jernih. Masa cooling down ini memungkinkan investor mempertimbangkan setiap keputusan investasi berdasarkan informasi yang tersedia. BEI ingin memastikan setiap transaksi dilakukan secara matang dan rasional.
Bursa juga memberikan imbauan penting bagi para pemangku kepentingan. Investor diminta untuk selalu mencermati setiap keterbukaan informasi yang disampaikan oleh ketiga perusahaan tersebut.
Harga Saham
Saham SOTS, INDS, dan KOCI mengalami tren kenaikan harga yang sangat kencang sebelum akhirnya digembok bursa. Saham SOTS ditutup menguat pada perdagangan 14 Januari 2026. Harga terakhir berada di Rp5.025, naik Rp1.005 atau 25,00% dari penutupan sebelumnya di Rp4.020 pada 13 Januari 2026. Saham ini dibuka di Rp5.025 dan langsung bergerak di level tertingginya pada hari itu. Harga terendah tercatat di Rp4.420. Volume transaksi mencapai 4.066.400 saham. Sepanjang tahun berjalan, harga tertinggi berada di Rp5.025 dan harga terendah di Rp1.420 pada 2 Januari 2026. Dalam 52 minggu terakhir, saham ini bergerak di kisaran Rp234 hingga Rp5.025.
Saham INDS juga melonjak pada perdagangan 14 Januari 2026. Harga terakhir tercatat di Rp555, naik Rp111 atau 25,00% dari penutupan sebelumnya di Rp444 pada 13 Januari 2026. Saham ini dibuka di Rp555 dan sempat menyentuh harga tertinggi di level yang sama. Harga terendah tercatat di Rp492. Volume perdagangan mencapai 68.540.600 saham. Sepanjang tahun berjalan, harga tertinggi berada di Rp555, sedangkan harga terendah di Rp226 pada 2 Januari 2026. Dalam 52 minggu, saham ini bergerak di rentang Rp197 hingga Rp555. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp3.642.185.890.500 dan Rp5.025.019.994.475.
Saham KOCI mencatat penguatan paling besar pada 14 Januari 2026. Harga terakhir berada di Rp260, naik Rp62 atau 31,31% dari penutupan sebelumnya di Rp198 pada 13 Januari 2026. Saham ini dibuka di Rp256 dan sempat menyentuh harga tertinggi di Rp266. Harga terendah tercatat di Rp224. Volume transaksi mencapai 302.363.100 saham. Sepanjang tahun berjalan, harga tertinggi berada di Rp260 dan harga terendah di Rp86 pada 2 Januari 2026. Dalam 52 minggu, saham ini bergerak di kisaran Rp50 hingga Rp266. Kapitalisasi pasar KOCI tercatat sebesar Rp1.148.242.497.740.
