Minggu, Januari 11, 2026
25.8 C
Jakarta

Harga Melonjak di Luar Kebiasaan, BEI Pantau Ketat Transaksi Empat Saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan terjadinya pergerakan harga di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA) pada empat saham emiten sekaligus. Langkah ini diambil otoritas bursa sebagai bentuk perlindungan bagi para investor pasar modal.

Keempat saham yang masuk dalam radar pengawasan ketat tersebut mengalami peningkatan harga yang tidak wajar. Saham-saham tersebut adalah PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA), PT Ifishdeco Tbk (IFSH), PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC), dan PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS).

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono menyampaikan peringatan ini melalui keterbukaan informasi. Pihaknya menegaskan penetapan status UMA ini tidak otomatis menandakan adanya pelanggaran aturan. Bursa saat ini sedang memonitor perkembangan transaksi saham-saham tersebut.

“Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham [tersebut], perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” tulis Yulianto, dalam keterbukaan informasi dikutip Kamis (8/1/2026)..

Investor perlu mencermati informasi terakhir yang dipublikasikan oleh masing-masing emiten. Informasi terakhir mengenai OASA dan OPMS dipublikasikan pada 6 Januari 2026 terkait laporan bulanan registrasi pemegang efek.

Sementara itu, informasi terakhir untuk saham IFSH tercatat pada tanggal 7 Januari 2026 perihal laporan serupa. Adapun untuk saham INPC, informasi terakhir dipublikasikan pada 22 Desember 2025 mengenai penjelasan atas permintaan penjelasan bursa.

Bursa mengimbau para investor untuk lebih berhati-hati sebelum mengambil keputusan investasi. Investor diharapkan memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa. Selain itu, kinerja perusahaan dan keterbukaan informasinya juga harus dicermati.

Rencana aksi korporasi perusahaan perlu dikaji kembali jika belum mendapatkan persetujuan RUPS. Investor juga diminta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari.

Harga Saham

Perdagangan saham OASA pada Selasa, 7 Januari 2026, ditutup menguat tajam. Harga saham OASA naik 82 poin atau 24,85% ke level Rp412. Saham ini dibuka di harga Rp334 dan sempat bergerak di rentang Rp320 hingga Rp412. Volume transaksi mencapai 585.428.000 saham. Harga penutupan sebelumnya berada di Rp330 pada 6 Januari 2026. Sepanjang tahun berjalan, OASA mencatatkan harga tertinggi di Rp412 dan terendah di Rp258. Dalam periode 52 minggu, saham ini bergerak di kisaran Rp98 hingga Rp412. Kapitalisasi pasar OASA tercatat sebesar Rp2.615.054.640.000.

Saham IFSH juga mencatat penguatan signifikan pada perdagangan yang sama. Harga IFSH melonjak 230 poin atau 24,73% ke posisi Rp1.160. Saham ini dibuka di Rp1.030 dengan harga terendah Rp1.020 dan tertinggi Rp1.160. Volume perdagangan tercatat sebanyak 1.097.000 saham. Pada perdagangan sebelumnya, harga penutupan IFSH berada di Rp930. Sepanjang tahun berjalan, harga tertinggi IFSH tercatat di Rp1.160 dan terendah di Rp815. Dalam 52 minggu terakhir, saham ini bergerak di rentang Rp650 hingga Rp1.575. Kapitalisasi pasar IFSH mencapai Rp2.465.000.000.000.

Penguatan juga terjadi pada saham INPC. Pada 7 Januari 2026, harga saham INPC naik 60 poin atau 24,39% ke level Rp306. Saham ini dibuka di Rp300 dan bergerak di kisaran Rp254 hingga Rp306. Volume perdagangan mencapai 221.943.400 saham. Harga penutupan sebelumnya tercatat di Rp246 pada 6 Januari 2026. Sepanjang tahun berjalan, INPC membukukan harga tertinggi di Rp306 dan terendah di Rp153. Dalam periode 52 minggu, harga saham INPC berada di kisaran Rp119 hingga Rp332. Kapitalisasi pasar INPC tercatat sebesar Rp6.188.364.349.873.

Sementara itu, saham OPMS mencatat lonjakan paling tinggi secara persentase. Harga saham OPMS naik 69 poin atau 34,67% ke posisi Rp268. Saham ini dibuka di Rp216 dan bergerak di rentang Rp214 hingga Rp268. Volume perdagangan mencapai 251.083.800 saham. Pada perdagangan sebelumnya, OPMS ditutup di harga Rp199. Sepanjang tahun berjalan, harga tertinggi OPMS berada di Rp268 dan terendah di Rp139. Dalam periode 52 minggu, saham ini bergerak di kisaran Rp50 hingga Rp268. Kapitalisasi pasar OPMS tercatat sebesar Rp268.000.000.000.

- Advertisement -

Artikel Terkait

IHSG Diprediksi Menguat, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ NICL, BUMI, DEWA hingga RATU!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa...

Investor Telkom (TLKM) Melejit di Akhir 2025, Danantara Genggam Kendali 52,09%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)...

Komposisi Pemegang Saham BRMS Akhir 2025: Investor Sugiman Halim Genggam 7,45%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru