back to top

Harga Melonjak Liar, BEI Gembok Perdagangan 4 Saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan empat saham sekaligus. Kebijakan ini mulai berlaku efektif pada hari ini, Selasa, 16 Desember 2025.

Keputusan ini diambil menyusul terjadinya lonjakan harga kumulatif yang sangat signifikan pada saham-saham tersebut. Keempat emiten yang terkena gembok bursa adalah PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO), PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI), PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), dan PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE).

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono menjelaskan alasan di balik suspensi ini. Pihaknya menilai perlu melakukan tindakan cooling down. Langkah ini bertujuan untuk memberikan perlindungan bagi para investor di pasar modal.

Penghentian perdagangan dilakukan di dua pasar sekaligus. Suspensi ini berlaku untuk perdagangan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai. Hal ini memberikan kesempatan bagi pelaku pasar untuk menganalisis situasi sebelum mengambil keputusan investasi.

Yulianto menegaskan tujuan dari jeda perdagangan ini melalui pernyataan tertulisnya.

“Penghentian sementara perdagangan saham PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO) tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di Saham PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO),” tulis Yulianto dalam keterbukaan informasi, Senin (15/12/2025).

Selain NATO, mekanisme serupa juga diterapkan untuk saham CARE, CANI, dan BNBR. Suspensi dimulai sejak sesi I perdagangan tanggal 16 Desember 2025. Gembok ini akan terus terpasang sampai ada pengumuman lebih lanjut dari pihak bursa.

BEI berharap para pihak yang berkepentingan dapat menyikapi situasi ini dengan bijak. Investor diminta untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh masing-masing Perseroan.

Harga Saham

Pada perdagangan Senin, 15 Desember 2025, saham NATO melonjak tajam. Harga terakhir tercatat di Rp254 per saham. Saham ini naik Rp50 atau 24,51% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp204 pada 12 Desember 2025. NATO dibuka di Rp254 dan bergerak stabil di level tersebut. Harga tertinggi tercatat di Rp254 dan terendah di Rp230. Volume transaksi mencapai 21.663.600 saham. Sepanjang tahun berjalan, harga tertinggi NATO berada di Rp254 pada 15 Desember 2025, sedangkan terendah di Rp130 pada 1 September 2025. Dalam rentang 52 minggu, harga bergerak di kisaran Rp123 hingga Rp288. Kapitalisasi pasar NATO mencapai Rp2.032.282.322.016.

Saham CANI juga ditutup menguat pada perdagangan yang sama. Harga terakhir berada di Rp116 per saham. Saham ini naik Rp10 atau 9,43% dari penutupan sebelumnya di Rp106. CANI dibuka di Rp116 dan tidak mengalami pergerakan sepanjang sesi. Harga tertinggi dan terendah sama-sama tercatat di Rp116. Volume perdagangan mencapai 154.400 saham. Harga tertinggi tahun berjalan berada di Rp116 pada 15 Desember 2025. Harga terendah tahun berjalan tercatat di Rp28 pada 16 April 2025. Dalam periode 52 minggu, harga CANI bergerak di rentang Rp28 hingga Rp116. Kapitalisasi pasarnya tercatat sebesar Rp96.679.040.000.

Kinerja saham BNBR turut mencatatkan penguatan. Harga terakhir berada di Rp116 per saham. Saham ini naik Rp10 atau 9,43% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp106 pada 12 Desember 2025. BNBR dibuka di Rp116 dan bertahan di level tersebut hingga penutupan. Harga tertinggi dan terendah tercatat sama di Rp116. Volume transaksi sangat besar, mencapai 615.821.000 saham. Harga tertinggi tahun berjalan tercapai di Rp116 pada 15 Desember 2025. Harga terendah tahun berjalan berada di Rp26 pada 10 Juli 2025. Dalam 52 minggu terakhir, harga BNBR bergerak di kisaran Rp25 hingga Rp116. Kapitalisasi pasar BNBR tercatat sebesar Rp20.116.352.571.044.

Saham CARE mencatat lonjakan paling signifikan. Harga terakhir ditutup di Rp725 per saham. Saham ini naik Rp145 atau 25,00% dari penutupan sebelumnya di Rp580 pada 12 Desember 2025. CARE dibuka di Rp585 dan bergerak kuat hingga menyentuh harga tertinggi Rp725. Harga terendah tercatat di Rp585. Volume perdagangan mencapai 2.694.200 saham. Harga tertinggi tahun berjalan tercapai di Rp725 pada 15 Desember 2025. Harga terendah tahun berjalan berada di Rp174 pada 5 Februari 2025. Dalam periode 52 minggu, harga CARE bergerak di kisaran Rp156 hingga Rp725. Kapitalisasi pasar CARE tercatat sebesar Rp24.106.250.000.000.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Diterpa Kasus Hukum IPO, Manajemen PIPA Beri Klarifikasi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA)...

Divestasi 2,05% Saham Metland (MTLA) di Harga Atas, Magnus Jaya Untung Rp88 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Magnus Jaya, salah satu pemegang pemegang saham...

IHSG Berakhir di 8.103,879, Turun 0,53% Dipicu Sederet Saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Meski dibuka menguat di 8.154,604, Indeks Harga Saham...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru