STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan perhatian khusus pada pergerakan saham PT MDTV Media Technologies Tbk (NETV). Emiten media ini masuk dalam radar pantauan otoritas bursa mulai hari ini. Langkah tersebut menyusul adanya lonjakan harga saham yang di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).
Status UMA resmi dikeluarkan oleh otoritas bursa pada Senin (5/1/2026). Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari A. menyampaikan pengumuman tersebut. Pihaknya sedang mengamati pola transaksi saham NETV demi melindungi kepentingan para pemodal.
Pande menjelaskan penetapan status ini bukan berarti perusahaan melakukan pelanggaran hukum. “Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal,” tulis Pande dalam keterbukaan informasi.
Kabar terakhir mengenai emiten NETV dipublikasikan pada 22 Desember 2025. Perusahaan melaporkan penandatanganan perubahan perjanjian fasilitas kredit melalui situs resmi BEI. Laporan tersebut juga memuat informasi mengenai kesepakatan fasilitas kredit baru perusahaan.
Investor diminta tetap waspada dan mencermati jawaban perusahaan atas permintaan konfirmasi bursa. Kinerja perusahaan beserta seluruh keterbukaan informasinya perlu menjadi perhatian utama. BEI mengimbau investor mengkaji kembali rencana aksi korporasi yang belum mendapat persetujuan RUPS.
Para pelaku pasar diharapkan mempertimbangkan segala risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Hal ini bertujuan meminimalisir kerugian akibat pergerakan harga yang fluktuatif. Otoritas bursa menegaskan “Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini.”
Harga Saham
Saham NETV ditutup menguat pada perdagangan Jumat, 2 Januari 2026. Harga saham NETV berada di level Rp176 per saham. Posisi ini naik Rp20 atau 12,82% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp156 pada 30 Desember 2025.
Pada awal perdagangan, saham NETV dibuka di harga Rp165. Sepanjang sesi, saham ini sempat menyentuh harga tertinggi Rp185 dan terendah Rp164. Volume perdagangan tercatat sebanyak 186.188.000 saham.
Penguatan tersebut membawa NETV mencatatkan harga tertinggi tahun berjalan di level Rp176 pada 2 Januari 2026. Pada hari yang sama, harga terendah tahun berjalan juga tercatat di Rp176. Sementara itu, dalam rentang 52 minggu terakhir, harga saham NETV bergerak di kisaran Rp100 hingga Rp250.
Dengan pergerakan harga tersebut, kapitalisasi pasar NETV mencapai Rp7.279.451.119.072.
