Minggu, Januari 11, 2026
28.2 C
Jakarta

Harga Melonjak Tajam, BEI Suspensi Empat Saham Sekaligus Mulai Hari Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan empat saham sekaligus. Saham-saham tersebut milik PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY), PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL), PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD), dan PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS). Langkah tegas ini mulai berlaku pada perdagangan sesi I, Jumat (9/1).

Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI menyampaikan keputusan ini melalui keterbukaan informasi. Keputusan tersebut diambil lantaran terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada keempat saham tersebut. Langkah suspensi merupakan bentuk perlindungan bursa bagi para investor.

Yulianto menjelaskan kebijakan ini diambil untuk menjaga perdagangan yang teratur, wajar, dan efisien. “Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada Saham dan sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan Saham di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I tanggal 9 Januari 2026 sampai dengan Pengumuman Bursa lebih lanjut,” tulisnya.

Khusus untuk saham PPGL, penghentian sementara bertujuan sebagai langkah cooling down. BEI ingin memberikan waktu memadai bagi para pelaku pasar. Investor perlu mempertimbangkan secara matang setiap pengambilan keputusan investasinya berdasarkan informasi yang tersedia.

Suspensi untuk saham LUCY, LEAD, dan NSSS dilakukan di Pasar Reguler maupun Pasar Tunai. Penghentian ini berlangsung sampai adanya pengumuman bursa lebih lanjut. Yulianto mengimbau para pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan setiap keterbukaan informasi yang disampaikan oleh masing-masing perseroan.

Harga Saham

Pada perdagangan Kamis, 8 Januari 2026, saham LUCY ditutup menguat 9,87% ke level Rp835 dari penutupan sebelumnya Rp760. Kenaikan ini setara Rp75 per saham. Sepanjang hari, LUCY bergerak di rentang Rp760 hingga Rp835 dan langsung menyentuh harga tertinggi hariannya di Rp835. Volume transaksi mencapai 5.686.100 saham. Harga tertinggi sepanjang tahun berjalan tercatat di Rp835 pada 8 Januari 2026, sedangkan harga terendah tahun berjalan berada di Rp580 pada 2 Januari 2026. Dalam periode 52 minggu, LUCY bergerak di kisaran Rp66 hingga Rp835. Kapitalisasi pasar tercatat Rp1.264.836.200.655.

Saham PPGL juga melesat pada perdagangan yang sama. Harga saham PPGL naik 9,68% atau Rp24 ke posisi Rp272 dari sebelumnya Rp248. Saham ini dibuka sekaligus ditutup di Rp272, dengan harga terendah dan tertinggi harian berada di level yang sama. Volume perdagangan mencapai 1.931.700 saham. Harga tertinggi tahun berjalan tercatat Rp272 pada 8 Januari 2026, sedangkan harga terendah tahun berjalan berada di Rp189 pada 2 Januari 2026. Rentang harga 52 minggu berada di kisaran Rp88 hingga Rp272. Kapitalisasi pasar PPGL mencapai Rp209.760.421.440.

Saham LEAD mencatat penguatan paling tinggi secara persentase pada hari itu. Harga LEAD melonjak 11,76% atau Rp24 menjadi Rp228 dari penutupan sebelumnya Rp204. Saham ini dibuka di Rp206 dan sempat menyentuh harga tertinggi Rp230, sementara harga terendah tercatat Rp187. Volume perdagangan mencapai 497.650.800 saham. Harga tertinggi tahun berjalan berada di Rp228 pada 8 Januari 2026, sedangkan harga terendah tahun berjalan tercatat Rp204 pada 7 Januari 2026. Dalam 52 minggu terakhir, LEAD bergerak di rentang Rp61 hingga Rp252. Kapitalisasi pasar tercatat Rp1.322.312.522.784.

Sementara itu, saham NSSS mencuri perhatian dengan lonjakan paling besar secara nominal. NSSS ditutup naik 21,36% atau Rp220 ke level Rp1.250 dari posisi sebelumnya Rp1.030. Saham ini dibuka di Rp1.035, menyentuh harga tertinggi Rp1.285, dan bergerak di level terendah Rp1.035. Volume transaksi mencapai 61.929.200 saham. Harga tertinggi tahun berjalan tercatat Rp1.250 pada 8 Januari 2026, sedangkan harga terendah tahun berjalan berada di Rp925 pada 2 Januari 2026. Rentang harga 52 minggu berada di kisaran Rp230 hingga Rp1.285. Kapitalisasi pasar NSSS tercatat sebesar Rp29.751.960.806.250.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Investor Telkom (TLKM) Melejit di Akhir 2025, Danantara Genggam Kendali 52,09%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)...

Komposisi Pemegang Saham BRMS Akhir 2025: Investor Sugiman Halim Genggam 7,45%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)...

Ekspansi Rumah Tapak, Pengendali Diamond Citra (DADA) Akuisisi PKSI Rp174,8 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Karya Permata Inovasi Indonesia Tbk...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru