STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang mencermati pola transaksi saham PT Asia Pacific Investama Tbk (MYTX) dan PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART). Kedua saham ini masuk dalam kategori Unusual Market Activity (UMA). Langkah tersebut diambil akibat adanya peningkatan harga saham di luar kebiasaan.
Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, menyampaikan hal tersebut dalam keterbukaan informasi, Jumat (20/2/2026). Ia menegaskan langkah ini bertujuan untuk perlindungan investor di pasar modal. Bursa kini terus memantau perkembangan tren transaksi kedua emiten tersebut.
“Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” ujar Yulianto.
Ia juga menjelaskan status ini bukan berarti ada pelanggaran hukum. Status UMA bertujuan memberi peringatan kepada para pelaku pasar. Investor diminta tetap waspada sebelum mengambil keputusan investasi.
“Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal,” kata Yulianto.
Informasi terakhir mengenai MYTX dipublikasikan pada 19 Februari 2026. Perusahaan memberikan penjelasan mengenai volatilitas transaksi sahamnya. Sementara itu, informasi terbaru dari PART muncul pada 12 Februari 2026. Emiten tersebut melaporkan penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham.
Pihak otoritas bursa menyarankan investor memperhatikan jawaban perusahaan atas permintaan konfirmasi. Investor juga perlu mencermati kinerja serta keterbukaan informasi emiten. Rencana aksi korporasi yang belum mendapat restu RUPS juga harus dikaji kembali.
Bursa meminta investor mempertimbangkan segala kemungkinan risiko di masa depan. Hal ini penting sebelum melakukan eksekusi beli atau jual. Pemantauan ini akan dilakukan hingga waktu yang belum ditentukan.
Harga Saham
Pada perdagangan Kamis (19/2/2026), harga saham MYTX ditutup pada level Rp72 per saham. Angka ini naik Rp6 atau 9,09% dari penutupan sebelumnya di posisi Rp66 per saham. Volume perdagangan saham tercatat sebanyak 5,63 juta saham.
Harga pembukaan berada di level Rp72 per saham. Sepanjang tahun 2026, MYTX bergerak pada rentang Rp36 hingga Rp72 per saham. Kapitalisasi pasar emiten ini mencapai sekitar Rp557,80 miliar.
Sementara itu, saham PART juga melesat pada perdagangan Kamis (19/2/2026). Harga saham berakhir di posisi Rp214 per saham. Terjadi kenaikan sebanyak Rp34 atau 18,89% dibandingkan hari sebelumnya sebesar Rp180 per saham.
Saham ini sempat menyentuh harga tertinggi di level Rp240 per saham. Volume transaksi PART tergolong sangat ramai mencapai 452,11 juta saham. Saat ini, nilai kapitalisasi pasar PART berada di angka Rp586,83 miliar.
