Harga Minyak Melambung Picu Kekhawatiran Inflasi, Dow Jones Terperosok 280 Poin

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) โ€“ Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Rabu sore (29/4/2026) waktu setempat atau Kamis pagi (30/4/2026) WIB. Indeks Dow Jones...

Harga Minyak Melambung Picu Kekhawatiran Inflasi, Dow Jones Terperosok 280 Poin
Bacakan Artikel

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) โ€“ Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Rabu sore (29/4/2026) waktu setempat atau Kamis pagi (30/4/2026) WIB. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) merosot untuk hari kelima berturut-turut. Kenaikan harga minyak dunia dan kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) menjadi pemicu utama.

Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones di Bursa Efek New York terpangkas 280,12 poin atau 0,57% ke level 48.861,81. Indeks S&P 500 (SPX) juga turun tipis 0,04% dan berakhir di posisi 7.135,95. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) merayap naik 0,04% menjadi 24.673,24.

Harga minyak melonjak setelah muncul laporan Presiden Donald Trump menginstruksikan blokade pelengkap terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Ketegangan meningkat setelah Trump menolak usulan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Blokade angkatan laut AS akan tetap berlaku sampai tercapai kesepakatan mengenai program nuklir negara Timur Tengah tersebut.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 7,17% menjadi USD 107,16 per barel. Minyak mentah Brent sebagai patokan internasional juga melesat 6,78% ke level USD 118,80 per barel. Lonjakan harga energi ini memicu kekhawatiran baru terhadap inflasi.

Ketua Fed Jerome Powell memberikan pernyataannya usai rapat kebijakan bulan April. Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,5% hingga 3,75%. Keputusan ini diwarnai perbedaan pendapat dari empat anggota FOMC, yang merupakan jumlah terbanyak sejak Oktober 1992.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: