STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah berjamaah pada akhir perdagangan Jumat (6/3/2026) waktu setempat. Pergerakan negatif ini menghapus awal yang positif pada pembukaan sesi. Investor merespons lonjakan harga minyak. Kondisi ini dipicu oleh perang yang terus berlanjut di Timur Tengah.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir turun 1,02% ke posisi 598,69. Hampir semua sektor di kawasan tersebut berada di zona merah. Bursa utama juga kompak mencatat kerugian. Indeks CAC 40 Perancis turun 0,65% ke level 7.993,49. FTSE MIB Italia melemah 1,02% ke posisi 44.152,26.
Indeks FTSE 100 Inggris anjlok 1,24% ke level 10.284,75. DAX Jerman terkoreksi 0,94% ke posisi 23.591,03. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol susut 0,99% ke level 17.074,40.
Pasar modal baru saja menutup pekan yang penuh gejolak. Aksi jual melanda berbagai aset secara luas. Pemicunya adalah pecahnya perang AS-Iran. Indeks Stoxx 600 mencatat kerugian 4,6% sepanjang minggu ini. Penurunan ini menjadi yang terdalam sejak April lalu. Kala itu pasar sangat ketakutan terhadap perang dagang AS-China.
Harga minyak kembali melonjak tajam pada hari Jumat. Minyak mentah Brent patokan global naik lebih dari 6%. Harganya menembus USD 91 per barel. Ini merupakan rekor tertinggi pertama kalinya sejak April 2024. Minyak mentah West Texas Intermediate AS juga melesat 10% di atas USD 89.
Kenaikan harga minyak terjadi pasca keputusan terbaru pemerintah AS. Mereka memberikan keringanan 30 hari kepada India. Negara importir minyak terbesar ketiga di dunia ini diizinkan kembali membeli minyak Rusia. Washington sebelumnya mengenakan tarif penalti 25% kepada India. Aturan tersebut akhirnya dicabut pada bulan lalu.
Konflik Timur Tengah kini telah memasuki hari ketujuh. Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan terbarunya pada hari Jumat. Ia menegaskan tidak ada kesepakatan damai dengan Iran. Pengecualian hanya berlaku jika ada penyerahan tanpa syarat. Trump menyampaikan sikapnya melalui unggahan di media sosial Truth Social.
“Setelah itu, dan pemilihan Pemimpin yang HEBAT & DAPAT DITERIMA, kami, dan banyak sekutu serta mitra kami yang luar biasa dan sangat berani, akan bekerja tanpa lelah untuk membawa Iran kembali dari jurang kehancuran, menjadikannya secara ekonomi lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat dari sebelumnya,” tulis Trump.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth turut memberikan peringatan keras. Ia berbicara dalam sebuah konferensi pers pada hari Kamis. Hegseth memastikan AS baru saja mulai bertempur.
“Iran berharap kita tidak dapat mempertahankan ini, yang merupakan salah perhitungan yang sangat buruk. Tidak ada kekurangan tekad Amerika di sini… Jika Anda pikir Anda telah melihat sesuatu, tunggu saja. Jumlah kekuatan tempur yang masih mengalir, yang masih datang, yang akan dapat kita proyeksikan ke Iran adalah kelipatan dari apa yang ada saat ini jika Anda menjumlahkan kemampuan kita dan kemampuan Pasukan Pertahanan Israel,” tegas Hegseth kepada para wartawan.
Kinerja emiten di bursa Eropa menunjukkan hasil beragam. Saham Sectra melonjak hampir 14% dan memimpin kenaikan di Stoxx 600. Perusahaan teknologi medis asal Swedia ini membukukan peningkatan penjualan bersih 8%. Nilainya mencapai USD 272 juta selama Mei 2025 hingga Januari 2026. Laba operasi juga naik 21% menjadi USD 54 juta.
Saham perusahaan pertahanan Jerman, Renk, ikut melesat 7%. Kenaikan ini berhasil membalikkan kerugian pada sesi sebelumnya. Saham penyiaran Inggris, ITV, juga bertambah 7%. Mereka dikabarkan sedang dalam tahap pembicaraan dengan Sky terkait penjualan bisnis televisinya. Sementara itu, bursa saham Asia terpantau menguat pada hari Jumat. Sebaliknya, bursa saham AS terus memperpanjang tren penurunan mingguan.
