Harga Minyak Meroket, Ketegangan Pasokan dari Rusia dan Iran Jadi Pemicu
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak mentah dunia melonjak tajam pada penutupan perdagangan Selasa (7/1/2025) waktu setempat atau Rabu pagi (8/1/2025) WIB. Peningkatan ini didorong oleh kekhawatiran...
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak mentah dunia melonjak tajam pada penutupan perdagangan Selasa (7/1/2025) waktu setempat atau Rabu pagi (8/1/2025) WIB. Peningkatan ini didorong oleh kekhawatiran tentang pasokan yang lebih ketat dari Rusia dan Iran akibat sanksi Barat, serta ekspektasi permintaan yang lebih tinggi dari China.
Mengutip CNBC International, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari 2025 menguat 0,94%, atau 69 sen menjadi US$74,25, di New York Mercantile Exchange.
Adapun harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari 2025 menguat 0,98%, atau 75 sen mencapai US$77,05 per barel, di London ICE Futures Exchange.
Para pelaku pasar kini mencermati rencana stimulus ekonomi China yang diharapkan bisa mendorong pertumbuhan. Pasokan minyak juga tergolong ketat setelah libur Natal dan Tahun Baru, seperti yang dijelaskan oleh analis pasar Forex, Razan Hilal.
"Meski pasar sedang dalam kondisi range-bound, harga naik didorong oleh ekspektasi permintaan yang membaik, berkat lonjakan lalu lintas liburan dan komitmen ekonomi China," ujar Hilal dalam catatan pagi. "Namun, tren utama masih menunjukkan kecenderungan bearish."
- Komisaris AKPI Henry Liem Jual 193.500 Saham di Saat Harga Naik
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Sesi I Melemah 0,03% ke 6.234,293, AMMN Menguat, BBCA dan BMRI Tertekan
- BEI Soroti Volatilitas Saham NICK, Manajemen Beri Klarifikasi
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Komisaris AKPI Henry Liem Jual 193.500 Saham di Saat Harga Naik
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- TBIG Bukukan Pendapatan Rp3,46 Triliun pada Semester I 2026, Tambah 2.023 Penyew...