back to top

Harga Naik Terlalu Kencang, BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham Emiten Ini!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA). Keputusan ini diambil karena terjadi lonjakan harga yang signifikan dalam waktu singkat.

Penghentian sementara ini berlaku di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I perdagangan hari ini, Jumat (9/5/2025). Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan bagi investor.

“Penghentian sementara perdagangan saham KRYA dilakukan karena terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan,” ujar Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, dalam keterbukaan informasi dikutip Jumat (9/5/2025).

BEI mengeluarkan Pengumuman Peng-SPT-00073/BEI.WAS/05-2025 terkait suspensi ini. Bursa juga mengimbau semua pihak yang berkepentingan untuk mencermati keterbukaan informasi dari emiten.

Pada penutupan perdagangan Kamis, (8/5/2025), saham KRYA melonjak 21,58% ke harga Rp169 per lembar. Harga saham naik 30 poin dari posisi sebelumnya.

Volume transaksi mencapai 149,26 juta saham dengan nilai total Rp24,64 miliar. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 11.932 kali.

Sepanjang hari, saham KRYA bergerak di kisaran Rp142 hingga Rp175. Saham ini dibuka di harga Rp162.

Lonjakan ini membuat kapitalisasi pasar KRYA naik ke angka Rp281,21 miliar. Emiten ini memiliki rasio price to earnings (P/E) sebesar 131,34 kali.

Dalam 52 minggu terakhir, harga tertingginya ada di Rp175 dan harga terendahnya di Rp50.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Bakrie & Brothers (BNBR) Gelar Rights Issue 86,7 Miliar Saham, Siap-siap Dilusi 33,33%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR)...

Tiga Obligasi Baru Melantai Bareng di BEI, Total Emisi 2026 Tembus Rp40,51 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali kedatangan...

IHSG Rontok 7,89% Sepekan, Investor Asing Tarik Dana Rp7,29 Triliun Sepanjang 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  - Kinerja pasar saham Indonesia sedang lesu...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru