back to top

Harga Saham Melejit Gak Wajar, BEI Langsung Kasih Peringatan UMA Buat 4 Emiten Ini!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan terjadinya aktivitas pasar tidak biasa atau Unusual Market Activity (UMA) atas saham empat emiten. Emiten tersebut adalah PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS), PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI), dan PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE).

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menyampaikan pengumuman ini sebagai bentuk perlindungan terhadap investor.

Seluruh saham tersebut tercatat mengalami kenaikan harga secara signifikan dan di luar kebiasaan. Meski demikian, pengumuman UMA tidak serta merta menandakan adanya pelanggaran terhadap peraturan di pasar modal.

Untuk saham JAWA, BEI mencatat telah terjadi UMA sejak pengumuman terakhir pada 10 Juni 2025 terkait rencana public expose tahunan. Saham ini sebelumnya juga pernah masuk daftar UMA pada 26 Agustus 2024. Bursa saat ini mencermati pola transaksi yang terjadi pada saham tersebut.

Saham KRAS juga mengalami peningkatan harga tak wajar. Informasi terakhir yang disampaikan perseroan pada 10 Juni 2025 adalah laporan bulanan registrasi pemegang efek. BEI kini sedang mengamati pergerakan saham ini lebih lanjut.

Sementara itu, saham ASBI masuk pengumuman UMA setelah mencatat kenaikan signifikan. Informasi terakhir dari perusahaan ini adalah penjelasan atas volatilitas transaksi yang diumumkan pada 10 Juni 2025.

Adapun saham CBRE juga dicatat mengalami UMA. Informasi terakhir dari perusahaan ini disampaikan pada 12 Juni 2025 terkait penjelasan atas lonjakan transaksi.

Yulianto menegaskan, investor perlu lebih cermat dan tidak gegabah dalam mengambil keputusan. “Para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action jika belum disetujui RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum mengambil keputusan investasi,” jelasnya dalam keterbukaan informasi dikutip Senin (16/6/2025).

BEI menegaskan pentingnya investor mengikuti perkembangan informasi resmi dari emiten melalui keterbukaan yang dipublikasikan di situs resmi Bursa.

Langkah ini diambil untuk memastikan keputusan investasi didasari pertimbangan yang matang dan tidak hanya mengandalkan tren harga sesaat.

Harga Saham

Harga saham PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) melesat pada penutupan perdagangan Jumat, 13 Juni 2025. Saham JAWA ditutup di level Rp189, naik 35% atau Rp49 dari hari sebelumnya yang berada di Rp140.

Sepanjang hari, saham JAWA diperdagangkan dalam kisaran Rp151 hingga menyentuh batas atas di Rp189. Kenaikan harga ini dibarengi lonjakan volume transaksi yang mencapai 95,5 juta saham dengan nilai perdagangan sekitar Rp16,29 miliar. Angka ini jauh di atas rata-rata tiga bulan terakhir yang hanya sekitar 9 sampai 11 juta saham.

Saham JAWA menjadi salah satu top gainers di Bursa Efek Indonesia hari itu. Lonjakan harga mencerminkan sentimen positif pelaku pasar terhadap emiten perkebunan ini. Berdasarkan data BEI, saham JAWA dibuka di harga Rp151 dan terus menguat hingga menyentuh batas atas. Kapitalisasi pasarnya diperkirakan mencapai Rp3,07 triliun.

Saham PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) juga mencetak kenaikan tajam pada hari yang sama. Harga saham KRAS ditutup di level Rp216 per lembar, naik 18,03% dari posisi sebelumnya di Rp183.

Selama perdagangan, saham KRAS sempat menyentuh level tertinggi 52 minggu di Rp240 sebelum akhirnya terkoreksi dan ditutup di Rp216. Harga terendah hari itu berada di Rp162. Volume transaksi sangat tinggi, mencapai 544,28 juta saham dengan nilai Rp114,28 miliar. Ini jauh di atas rata-rata harian sekitar 100 juta saham.

Dalam satu hari, saham KRAS naik 18%. Dalam sepekan melesat 63,6%, sebulan terakhir naik 70%, dan dalam setahun menguat 148%. Rasio PBV berada di kisaran rendah, sekitar 0,68–0,7 kali.

Saham PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI) juga melonjak pada perdagangan 13 Juni 2025. Harga saham ASBI ditutup naik 23,42% ke level Rp585 dari posisi sebelumnya Rp474.

Kenaikan harga ini disertai lonjakan volume transaksi menjadi 178,8 ribu saham dengan nilai Rp88,18 juta. Dalam periode 10–13 Juni, saham ini naik 34,17% dan masuk daftar top gainers BEI. Sentimen positif terhadap sektor asuransi dan arus masuk investor asing menjadi pendorong utamanya. Saham ASBI bergerak di kisaran Rp446 hingga Rp590 sepanjang perdagangan hari itu.

Sementara itu, saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) juga ditutup menguat. Pada Jumat, 13 Juni 2025, saham CBRE naik 8,86% ke level Rp86, atau bertambah Rp7 dari hari sebelumnya.

Harga pembukaan dan penutupan berada di level yang sama, yaitu Rp86. Tidak ada fluktuasi harga sepanjang hari. Volume perdagangan tercatat sekitar 13,52 juta saham dengan nilai transaksi Rp1,16 miliar. Jumlah ini jauh melampaui rata-rata tiga bulan terakhir yang hanya sekitar 4,22 juta saham.

Dalam sebulan terakhir, harga saham CBRE melesat lebih dari 200%. Pada 9 Mei, harga masih di kisaran Rp28. Kini sudah mencapai Rp86. Sejak awal tahun, lonjakan mencapai lebih dari 300%. Dalam 10 hari terakhir saja, harga saham naik dari Rp60 ke Rp86. Kenaikan agresif ini mencerminkan minat pasar yang tinggi, meskipun tetap menunjukkan volatilitas yang besar.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

BEI Lanjutkan Suspensi Perdagangan Saham Wijaya Karya (WIKA), Ini Alasannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) melanjutkan penghentian  sementara (suspensi)...

Rabu Besok BEI Ketemu MSCI, Bahas Apa?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mematangkan rencana...

Penjualan Bisnis Teh “Sariwangi” Rampung, Unilever Kantongi Rp1,5 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengumumkan, pihaknya...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru