STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan empat saham emiten mulai sesi I perdagangan hari Senin (12/1/2026). Otoritas Bursa mengambil langkah ini sebagai respons atas kenaikan harga kumulatif yang sangat tajam pada masing-masing saham tersebut.
Saham-saham yang terkena suspensi antara lain PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM), PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP), PT Ifishdeco Tbk (IFSH), dan PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI). Penghentian perdagangan ini berlaku di Pasar Reguler maupun Pasar Tunai.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menyampaikan informasi tersebut melalui laporan keterbukaan informasi. Langkah ini merupakan bentuk perlindungan bagi para investor di pasar modal.
“Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan dan sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham,” ujar Yulianto dalam keterbukaan informasi dikutip Senin (12/1/2026).
Suspensi pada saham GRPM juga diikuti dengan penghentian perdagangan Waran Seri I PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM-W). Berbeda dengan sahamnya, perdagangan GRPM-W dihentikan sementara di seluruh pasar.
Langkah suspensi untuk saham GRPM, AHAP, dan BIPI dilakukan sampai ada pengumuman Bursa lebih lanjut. Bursa mengimbau pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan.
Sementara itu, saham IFSH digembok khusus dalam rangka cooling down. Hal ini bertujuan “memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya”.
Harga Saham
Seluruh saham tersebut, yakni GRPM, AHAP, IFSH, dan BIPI, tercatat mengalami peningkatan harga kumulatif yang signifikan. Pada penutupan perdagangan BEI Jumat, 9 Januari 2026 saham GRPM ditutup di level Rp134, naik Rp12 atau 9,84% dibanding penutupan sebelumnya di Rp122 pada Kamis, 8 Januari 2026. Pada perdagangan hari ini, GRPM dibuka di Rp134 dan bergerak stabil di level tersebut sebagai harga tertinggi sekaligus terendah harian. Volume transaksi mencapai 4.677.300 saham. Sepanjang tahun berjalan, harga tertinggi GRPM berada di Rp134 pada 9 Januari 2026 dan terendah di Rp92 pada 2 Januari 2026. Dalam 52 minggu terakhir, saham ini bergerak di kisaran Rp42 hingga Rp134. Kapitalisasi pasarnya tercatat Rp207.042.301.870.
Saham AHAP menguat Rp4 atau 2,14% ke posisi Rp191 dari penutupan sebelumnya Rp187. Saham ini dibuka di Rp188, sempat menyentuh harga tertinggi Rp212, dan terendah Rp180. Volume perdagangan tercatat 280.380.600 saham. Sepanjang tahun berjalan, harga tertinggi AHAP berada di Rp191 pada 9 Januari 2026 dan terendah Rp123 pada 2 Januari 2026. Dalam rentang 52 minggu, saham ini bergerak di kisaran Rp53 hingga Rp214. Kapitalisasi pasar AHAP mencapai Rp935.900.000.000.
Saham IFSH melesat Rp230 atau 15,86% ke level Rp1.680 dari posisi sebelumnya Rp1.450. Saham ini dibuka di Rp1.450, menyentuh harga tertinggi Rp1.740, dan terendah Rp1.235. Volume transaksi tercatat 1.342.700 saham. Sepanjang tahun berjalan, harga tertinggi IFSH berada di Rp1.680 pada 9 Januari 2026 dan terendah Rp815 pada 2 Januari 2026. Dalam periode 52 minggu, saham ini bergerak di kisaran Rp650 hingga Rp1.740. Kapitalisasi pasar IFSH mencapai Rp3.570.000.000.000.
Saham BIPI juga mencatat lonjakan signifikan. Harga BIPI naik Rp22 atau 12,22% ke level Rp202 dari penutupan sebelumnya Rp180. Saham ini dibuka di Rp195, sempat mencapai harga tertinggi Rp228, dan terendah Rp190. Volume perdagangan mencapai 3.512.355.200 saham. Sepanjang tahun berjalan, harga tertinggi BIPI berada di Rp202 pada 9 Januari 2026 dan terendah Rp92 pada 2 Januari 2026. Dalam 52 minggu terakhir, saham ini bergerak di kisaran Rp68 hingga Rp228. Kapitalisasi pasar BIPI tercatat Rp12.869.459.777.234.
