STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mengawasi perkembangan saham PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE) karena harganya bergerak di luar kebiasaan ((Unusual Market Activity). Demikian disampaikan oleh Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI , Jumat 6 Maret 2026.
Yulianto mengemukakan, harga saham SPRE pada perdagangan, Jumat 6 Maret 2026 ditutup turun signifikan 8,42% menjadi Rp87 per unit dibanding sehari sebelumnya di Rp95 per unit. Selama transaksi sepekan, saham SPRE anjlok 22,32%, dari Rp112 pada 27 Februari 2026 menjadi Rp87 pada 6 Maret 2026.
Jika dibandingkan antara harga 6 Februari 2026 terhadap penutupan 6 Maret 2026, maka saham SPRE telah merosot tajam 59,34%, dari posisi Rp214 per saham menjadi Rp87 per saham. “Saat ini Otoritas BEI sedang mencermati perkembangan pola transa si saham SPRE,”tulis Yulianto dalam pengumumannya.
Investor diharapkan memperhatikan jawaban Manajemen SPRE atas permintaan konfirmasi BEI terkait perkembangan harga tersebut. Pemodal juga diminta untuk mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasi.
BEI meminta investor untuk mengkaji kembali rencana aksi korporasi perusahaan, bila belum mendapat persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS). BEI pun berharap agar para investor mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum mengambil keputusan investasi terhadap saham SPRE.
“Pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal,”katanya. (konrad)
