Rabu, Januari 21, 2026
27.9 C
Jakarta

Hari Ini, Chandra Asri Pacific (TPIA) Resmi Catatkan Obligasi Rp 1,5 Triliun dengan Bunga hingga 7,5%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Perusahaan petrokimia terintegrasi, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), akan resmi mencatatkan obligasi terbarunya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 14 Januari 2026. Surat utang ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Berkelanjutan V Chandra Asri Pacific Tahap I Tahun 2025.

Total nilai emisi obligasi yang akan dicatatkan mencapai Rp 1,5 triliun. Penerbitan ini adalah langkah awal dari target dana keseluruhan dalam PUB V yang direncanakan sebesar Rp 6 triliun.

Berdasarkan prospektus dan pengumuman bursa, obligasi ini ditawarkan dalam tiga seri dengan tingkat bunga dan tenor yang bervariasi.

Seri A memiliki nilai pokok sebesar Rp 150 miliar. Surat utang ini menawarkan tingkat bunga tetap sebesar 6,50% per tahun dengan jangka waktu 3 tahun. Obligasi seri ini akan jatuh tempo pada 13 Januari 2029.

Selanjutnya, Seri B ditawarkan dengan nilai pokok Rp 350 miliar. Investor akan mendapatkan bunga tetap sebesar 7,00% per tahun. Seri ini memiliki tenor 5 tahun dan akan jatuh tempo pada 13 Januari 2031.

Terakhir, Seri C memiliki nilai emisi terbesar yakni Rp 1 triliun. Tingkat bunga yang ditawarkan adalah 7,50% per tahun dengan tenor paling panjang, yaitu 7 tahun. Seri ini akan jatuh tempo pada 13 Januari 2033.

Dalam rangka penerbitan ini, Perseroan telah mengantongi peringkat idAA- (Double A Minus) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Manajemen Chandra Asri menjelaskan seluruh dana bersih yang diperoleh dari hasil penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk keperluan modal kerja. Hal ini termasuk pembelian bahan baku produksi untuk mendukung kegiatan usaha perusahaan.

Terkait jaminan, obligasi ini tidak dijamin dengan agunan khusus, melainkan jaminan umum berupa aset perusahaan.

“Obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan Perseroan baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan ada di kemudian hari sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 1131 dan 1132 Kitab Undang-undang Hukum Perdata,” tulis manajemen dalam prospektus yang diterbitkan Selasa (13/1/2026).

Bunga obligasi akan dibayarkan setiap 3 bulan atau triwulan. Pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada 13 April 2026.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi dalam aksi korporasi ini adalah sejumlah sekuritas ternama, yakni PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Henan Putihrai Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk ditunjuk sebagai Wali Amanat.

- Advertisement -

Artikel Terkait

KAI Dapat Suntikan Dana dari Danantara, Modal Disetor Naik Jadi Rp26,16 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menambah...

Turun 0,71%, IHSG Pagi Ini di Bawah 9.100 Terbebani Sederet Saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah di...

Ditanya BEI Soal Perubahan Jadwal RUPSLB Hingga Private Placement, Ini Penjelasan Lengkap TRUE

STOCKWATCH.ID, Jakarta – Manajemen PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru